Babinsa Giat Penyuluhan Pertanian

0
25

RadarOnline.id, LANGKAT – Pengembangan produksi pangan khususnya padi, petani dihadapkan kepada beberapa kendala baik yang bersifat fisik, sosio-ekonomi maupun kendala yang bersifat biologi (biological constraint).

Salah satu kendala biologi adalah gangguan spesies organisme yang menyebabkan penurunan, baik kuantitas maupun kualitas produk bahkan sampai menggagalkan panen.

Sebelum swasembada pangan, kebijaksanaan pemerintah dalam pengendalian hama sangat mengandalkan pada penggunaan pestisida. Waktu itu, penyemprotan pestisida pada tanaman dilakukan secara terjadwal (scheduled) baik ada maupun tidak ada serangan hama.

Penggunaan pestisida terjadwal sebagai salah satu paket teknologi produksi padi dan petani bebas menggunakan berbagai jenis pestisida termasuk pestisida presisten (undegradable).

Dalam kegiatan ini, Jumat (27/1), Serka Subandi Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 04/Kuala Kodim 0203/Langkat mengungkapkan hama tanaman padi merupakan salah satu kendala bagi petani untuk bisa meningkatkan produksi usaha tani. Bahkan serangan hama tertentu seperti tikus dan wereng bisa mengakibatkan puso atau gagal panen.

Oleh karena itu, sebagai petani harus selalu waspada dengan adanya serangan hama.

Serka Subandi selalu mengajak para petani untuk selalu memonitoring lahan persawahan minimal 1 (satu) minggu sekali, bahkan kalau bisa 2 kali dalam satu minggu.

Hal ini bertujuan agar kita bisa sedini mungkin mengetahui gejala serangan hama dan sedini mungkin mengambil tindakan pencegahan atau pengendalian, ujar Serka Subandi.

Lebih lanjut, dikatakan Serka Subandi, penyemprotan ini untuk mengantisipasi hama ulat pengulung daun maupun wereng, selain itu juga untuk memberikan kesuburan terhadap batang padi serta menghilangkan rumput ilalang yang bakal tumbuh di sekitar padi, sebelum pelaksanaan ini anggota Koramil 04/Kuala bersama kelompok tani Sativa yang diketuai Sulastri dilingkungan Sei Tembo Kelurahan Pekan Kuala Kecamatan Kuala Kabupaten Langkat.

Dalam kegiatan ini, dengan melaksanakan sosialisasi untuk mengajak para petani proaktif menaggulangi serangan hama ulat pengulung daun maupun hama tanaman yang lainnya seperti tikus dan wereng sebagai antisipasi pengendalian hama menyerang tanaman padi.

Kegiatan ini dilaksanakan pada lahan anggota kelompok tani Bapak Lanjar dengan luas lahan 6,5 rante, bersama sama dengan PPL Suranta Ginting, kegiatan penyemprotan hama walang sangit dengan jenis racun yg di gunakan Dupon Lannete-40 SP, adapun kegiatan ini terlaksana dalam rangka perawatan Padi. (John Sihombing)