Sylviana Murni Penuhi Panggilan Bareskrim

RadarOnline.id, JAKARTA – Bareskrim Mabes Polri resmi memanggil Sylviana Murni pada Jumat, 20 Januari 2017 untuk dimintai keterangannya terkait kasus dugaan korupsi dana bantuan social kepada Kwarda Pramuka DKI Jakarta.

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut satu datang memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Mabes Polri di Gedung Ombudsman sekitar pukul 08.00 WIB.

Sylviana dijadwalkan akan dimintai keterangan atas kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial Kwarda Pramuka DKI Jakarta.

“Tidak ada persiapan, semuanya biasa saja sebagai warga negara baik kita harus taat,” ujar Sylviana,  Jumat (20/1).

Untuk diketahui, asal mula kasus dugaan korupsi dana bantuan social kepada Kwarda Pramuka DKI Jakarta muncul setelah adanya temuan audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Merujuk dari hasil temuan, informasi. Makanya dalam penanganannya selalu setelah hasil audit lembaga resmi bisa jadi rujukan penyidik untuk penyelidikan. Kalau yang menjadi objek penyelidikan berkaitan dengan dugaan korupsi berkaitan dengan penyalahgunaan dana bansos di beberapa tahun sebelumnya,” jelas Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar, Kamis (19/1).

Atas dasar temuan audit BPK tersebut, Bareskrim Mabes Polri melayangkan surat panggilan untuk Sylviana Murni bernomor: 8/PK-86/I/2017/Tipidkor tertanggal 18 Januari 2017 itu berisi permintaan keterangan dan dokumen terkait pengelolaan dana bantuan sosial Pemerintah Provinsi DKI di Kwarda Gerakan Pramuka DKI tahun 2014 dan 2015. Dimana saat itu, Sylviana Murni masih menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Pusat.  (Yenny)