Kejagung Tetapkan P21 Kasus Suap AKBP Brotoseno

RadarOnline.id, JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia telah menyatakan lengkap atau P21 terhadap kasus suap perkara korupsi cetak sawah di Ketapang, Kalimantan Barat yang menjerat AKBP Brotoseno dan Kompol Dedy Setiyawan Yunus serta dua tersangka dari pihak penyuap, yakni HR dan LN.

“Berkas sudah P21 sejak minggu lalu. Perkara segera disidangkan,” kata Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (10/1).

Martinus mengatakan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21, pihak penyidik akan segera menyerahkan keempat tersangka dan barang bukti perkara ke Kejagung.

“Rencananya berkas besok akan dilimpahkan ke ke Kejaksaan,” kata Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Martinus.

Sebagaimana diketahui, Tim sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) bentukan Polri menangkap tangan AKBP Brotoseno dan Kompol Dedy Setiyawan Yunus atas dugaan menerima suap penyidikan perkara korupsi cetak sawah di Ketapang, Kalimantan Barat. AKBP Brotoseno dan Kompol Dedy ditangkap setelah menerima uang sebesar Rp 1,9 miliar dari HR selaku kuasa hukum DI melalui perantara LN.

Pada kasus suap cetak sawah di Ketapang ini, penyidik Ditipikor Bareskrim Polri sudah menetapkan Ketua Tim Kerja Kementerian BUMN Upik Rosalina Wasrin dan memeriksa Dahlan Iskan selaku Menteri BUMN pada saat kasus itu bergulir.

Dalam pengembangan kasus ini, penyidik sempat menyatakan pemeriksaan terhadap Dahlan Iskan belum rampung. Artinya, Dahlan Iskan akan kembali dipanggil untuk dimintai keterangan. Namun hingga saat ini pemeriksaan belum juga terealisiasi.

Kasus proyek cetak sawah senilai Rp 317 miliar berlangsung sejak tahun 2012 hingga 2014, kasus ini mencuat setelah penyidik menduga proyek cetak sawah tersebut fiktif. Hal itu mencuat karena penetapan lokasi calon lahan di Ketapang, Kalimantan Barat dilakukan tanpa melalui investigasi.

Pada pelaksana proyek tersebut, BUMN menunjuk PT Sang Hyang Seri (PT SHS). Namun, PT SHS justru melempar proyek kepada PT Hutama Karya, PT Indra Karya, PT Brantas Abipraya dan PT Yodya Karya. (Charles Sihombing)

NO COMMENTS