Hakim Kabulkan Permohonan Chinchin Jadi Tahanan Kota

Trisilowati alias Chinchin, terdakwa kasus Penggelapan duduk dikursi pesakitan PN Surabaya. (RadarOnline.id)

RadarOnline.id, SURABAYA – Sidang perkara Penggelapan dengan terdakwa Trisilowati alias Chinchin digelar Senin (19/12) dengan agenda eksepsi di Pengadilan Negeri Surabaya.

Terdakwa Chinchin sambil menangis dihadapan Ketua Majelis Hakim Unggul Warso Murti membacakan eksepsinya.

Wanita 46 tahun tersebut tak henti-hentinya menangis bahkan pengunjung ikut terharu mendengar suara isak tangis terdakwa yang merasa di dholimi oleh suaminya sendiri yakni Gunawan Angka Widjaja
Manager PT. Blauran Cahaya Mulia (BCM) ini mengaku dianiaya lahir dan Bathin oleh mantan Suaminya Gunawan, berkali-kali dimaki-maki dengan kata-kata yang sangat kotor, tak kuat dengan perlakuaanya Chinchin ajukan gugatan cerai, namun Gunawan tak terima atas gugatan cerai yang dilayangkan terdakwa.

Bahkan Gunawan meminta saya untuk menanda tangani surat perjanjian diatas materai kalau saya harus bersedia menjadi pembantunya, namun saya menolaknya.

“Saya selaku istri dari Gunawan selama 19 tahun mengabdi bekerja siang dan malam demi majunya usaha yang kami bangun bersama, namun saya dihadapan Gunawan tidak berarti apa-apa, akhirnya saya menyadari kalau Gunawan sudah tidak mencintai saya, padahal saya menjunjung tinggi dihati saya yang paling dalam terhadap suami saya, namun kenyataannya itu tidak berarti, hingga saya dijebloskan ke penjara oleh Gunawan,” papar Chinchin.

Harusnya dia selaku Ayah kandung anak-anak saya bisa melindungi saya namun sebaliknya. Bahkan saya dituduh menggelapkan uang dari hasil perusahaan, coba buktikan uang yang mana kami punya bukti semuanya kalau tuduham Gunawan itu tidak benar.

“Dalam perkara ini juga saya dianggap telah melakukan penyalah gunawaan wewenang, saya yakin dalam dakwaan jaksa itu semua tidak benar”, ucap Chinchin.

“Yang Mulia Majelis Hakim, saya mohon dengan hormat demi kelangsungan masa depan ketiga anak saya, yang masih dibawah 14 tahun untuk kiranya permohonan penangguhan penahanan saya diterima,“ ungkas Chinchin.

Usai pembacaan Exsepsi Ketua Majelis Hakim Unggul Warso Murti mengabulkan penangguhan penahan terdakwa yang sebelumnya terdakwa ditahan di Rutan Madaeng.

Usai sidang Kuasa Hukum Terdakwa, Nizar Pikri mengapresiasi putusan Hakim.

“Saya sangat mengapresiasi putusan Hakim atas dikabulkannya permohonan penangguhan tahanan terdakwa menjadi tahanan kota,” ucap Pikri.

Seperti diketahui sebelumnya, terdakwa dilaporkan Suaminya atas tuduhan penggelapan Dokumen perusahaan.

Dalam perkara ini jaksa dari Kejaksaam Negeri Surabaya, Sumantri menjerat terdakwa dengan pasal pasal 367 ayat 2 KUHP jo 363 ayat 1 ke 3 KUHP atau pasal 376 KUHP jo 374 KUHP. (Harifin)