1 Juta Nelayan Telah Peroleh Kartu Asuransi

RadarOnline.id, MAKASSAR – Pada hari kedua kunjungannya ke Sulawesi Selatan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo meresmikan Pelabuhan Perikanan Untia, yang sanggup melayani 300 kapal di Makasar, Sabtu (26/11) pagi.

Dalam kesempatan ini, Presiden Jokowi menyerahkan kartu asuransi untuk 10 ribu nelayan, yang diwakili 18 orang perwakilan penerima se-Provinsi Sulawesi Selatan dan 6 orang perwakilan ahli waris Klaim Asuransi Kematian Nelayan, serta penyerahan 5 kapal ikan sebesar 3GT dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Presiden menjelaskan, pemerintah telah memberikan kurang lebih 1 juta kartu asuransi kepada nelayan dari Sabang sampai Merauke. Ia menilai, jumlah tersebut tidak sedikit, dan premi dari setiap kartu asuransi nelayan itu adalah Rp175 ribu per tahun.

“Nantinya setiap tahun kita naikkan 1 juta. Nanti ada anggaran bisa dinaikkan 2 juta, ada anggaran lagi dinaikkan 3 juta nelayan, terus akan dinaikkan. Untuk apa ini? Untuk memberikan jaminan agar kalau terjadi sesuatu di laut yang ditinggalkan, keluarga yang ditinggalkan itu mendapatkan jaminan kehidupan untuk masa depan istri dan anak-anaknya,” jelas Presiden.

Dengan adanya kartu asuransi itu, menurut Presiden, kalau ada nelayan yang meninggal di laut mendapatkan asuransi Rp200 juta. Presiden menegaskan, semua orang tidak ingin ada kecelakaan atau yang meninggal, tapi ia mengingatkan banyak kejadian meninggal di darat dapat Rp160 juta. “Kalau cacat, tetap dapat Rp80 juta,” ujarnya.

Menurut Presiden, asuransi itu yang menanggung dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Ia memastikan, program ini akan diteruskan, sebab pemerintah tidak ingin kalau ada kejadian yang menimpa nelayan, lalu yang di darat menjadi sangat menderita.

Akan Diperbaiki

Mengenai Pelabuhan Untia yang diresmikannya, Presiden Jokowi mengatakan, hal ini karena pelabuhan di Portere yang selama ini menampung aktivitas kapal tangkap perikanan di daerah ini sudah sangat padat sekali, sehingga Pelabuhan Untia dibangun dan akan terus dikembangkan.

Terkait masalah jalan yang kurang bagus, Presiden Jokowi mengaku telah menelepon Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat agar segera diperbaiki.

“Jadi, dengan pelabuhan Untia ini kita memberikan solusi dalam rangka meningkatkan produksi perikanan Sulawesi Selatan, khususnya di Makassar karena lokasinya sangat strategis di kawasan industri makanya dekat dengan ekspor,” kata Presiden.

Presiden mengingatkan, bahwa target ekspor perikanan Sulawesi Selatan ini sangat besar, 10 persen dari total ekspor ikan nasional. Karena itu, pengembangan Pelabuhan Untia ini diharapkan menjadi sentra pengembangan dengan pelabuhan pelabuhan perikanan lainnya. antara lain dari Bone, Paotere, pelabuhan di Bentenge, di Kajang, dan Tongke-Tongke.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam laporannya mengatakan, pembangunan perikanan mendapat sejarah kenaikan tertinggi. Ia menyebutkan, meski jumlah kapal berkurang tapi jumlah tangkapan ikan lebih besar.

Susi mengingatkan sesuai amanat Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2016, pembangunan pelabuhan seperti halnya Untia dan diharapkan tidak digusur lagi.

“Orang Sulawesi konsumsi ikannya sangat tinggi dibandingkan daerah lain di Indonesia. Konsumsi ikan seluruh Indonesia rata rata 46 kilo sedangkan Sulawesi mencapai 60 kilo,” tambah Susi.

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan itu, Pelabuhan Untia, sanggup melayani 300 kapal, dan pelayanan ini juga memberikan kesempatan kepada investor dari Rusia untuk membangun cold storage bekerja sama dengan BUMN Perindo.

Dalam acara kali ini, Presiden Jokowi didampingi oleh Ibu Negara Iriana, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. (Bachtiar Barisallang)

NO COMMENTS