Pangdam Jaya Tegaskan Jangan Ada Yang Mengganggu NKRI

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memimpin apel pengamanan bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian, Pangkostrad Letjen Edi Rahmayadi, dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana, di Silang Selatan Monas, Jakarta, Senin (17/1/2016).

RadarOnline.id, JAKARTA – Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana berharap masyarakat dan Pemerintah dapat menjaga kebhinekaan untuk menciptakan situasi yang damai. Jangan ada yang mengganggu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Harapannya, ya kita akan menjaga kebhinekaan, Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk menciptakan cinta damai,” ujar Pangdam usai mengikuti Apel Kebhinekaan Cinta Damai, di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (19/11).

Rilis Pendam Jaya, Menyoal apa langkah pengamanan TNI dalam menjaga NKRI, Pangdam menegaskan Kodam Jaya bakal mendukung maksimal Polri dalam menciptakan keamanan di Ibukota Jakarta.

“Saya akan semaksimal mungkin mendukung Polri khususnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya ini. Apa pun yang dibutuhkan kami siap. Langkah lain, ya kita lihat perkembangan situasi nanti. Jangan ada yang mengganggu Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan menjelaskan, Apel Kebhinekaan Cinta Damai merupakan wujud perayaan Hari Pahlawan.

“Kita bersama-sama berkomitmen untuk satu kebhinekaan sesuai dengan falsafah negara kita berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Beberapa elemen masyarakat hadir bersama kami, tujuannya adalah bagaimana Negara Kesatuan Republik Indonesia ini kita jaga, kita rawat, termasuk juga Pancasila dan Undang-undang 1945 sesuai amanah dari para Pahlawan pendahulu kita,” katanya.

Kapolda menyampaikan, Indonesia merupakan negara yang majemuk dengan berbagai suku, agama, budaya, dan lain-lain. “Negara kita yang luar biasa kaya sekali. Negara lain akan iri melihat negara kita, yang sampai saat ini masih menjadi satu Indonesia. Kami menyampaikan kepada elemen masyakat untuk sama-sama kita menjaga, merawat NKRI yang luar biasa, yang kaya dan kita cintai ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono menuturkan, pihaknya mengapresiasi terselenggaranya Apel Kebhinekaan Cinta Damai.

“Ini merupakan sebuah wujud dan semangat yang sekarang kita dengungkan bahwa kita semua bersaudara. Boleh rambut hitam, maupun rambut putih, keriting maupun lurus, kulit hitam maupun putih, kita semua bersaudara. Itu prinsipnya,” katanya.

Plt Gubernur DKI Jaya menambahkan bahwa apel kebhinekaan memberikan sebuah refleksi meski berbeda-beda, tetapi tetap satu Indonesia.

“Kita semua bersaudara. Paling tidak saudara seumat, sekampung, saudara sebangsa dan tanah air. Saya kira itu yang dikukuhkan dalam apel ini. Kemudian, satu himbauan saya kepada warga DKI Jakarta mari kita rawat Indonesia. Mari kita jaga Jakarta yang damai untuk Indonesia,” tandasnya. (Osran Simanjuntak)

NO COMMENTS