Warga Parik Sabungan Demo DPRD Taput

RadarOnline.id, TAPANULI UTARA  –  Merasa dirugikan akibat adanya permainan penjualan tanah di Desa Parik Sabungan Siborongborong oleh Oknum mafia Tanah. Akhirnya Ratusan Masyarakat Pariksabungan Kecamatan Siborongborong Kab. Tapanuli Utara datangi DPRD Taput, Kantor Bupati dan Mapolres Taput Kamis (10/11/2016).

Sesampainnya di DPRD Taput Warga ini meminta Perlindungan Hukum kepada DPRD, Pemerintah Tapanuli Utara dan Kepolisian Resort Tapanuli Uatara terkait tanah hak milik mereka yang diperjualbelikan oleh oknum mafia tanah.

“Mafia itu adalah Asbon Sianipar, Bajongga Panjaitan, Lambas Sianipar, merupakan.warga Desa Lumbanjulu Kecamatan Siborongborong,” ujar warga Pariksabungan di halamam kantor DPRD Taput.

Mewakili warga, Muktar Simanjuntak dan Pongat Simanjuntak dalam orasinnya menyampaikan kepada DPRD Taput dan pemerintah serta aparat hukum agar menghentikan proses jual beli tanah mereka, yang saat ini sedang berlangsung, dan meminta agar turun ke lokasi untuk menghentikan segala  aktifitas atau kegiatan di tanah kami tersebut.

“Mereka juga meminta agar DPRD Taput menindak lanjuti aspirasi warga, tentang adanya proses jual beli tanah di desa pariksabungan oleh oknum yang disebut warga sebagai mafia tanah. Tegas Pongat Simanjutak.

Sementara itu warga Desa parik sabungan juga mengatakan bahwa tanah tersebut memang pernah diberikan kepada pemerintah untuk dipakai pada tahun 1952, namun perjanjian antara masyarakat dan pemerintah telah selesai untuk pemakaian tanah mereka, bahkan pemerintah pun juga sudah mengembalikan tanah tersebut kepada warga parik sabungan sebagai pemilik tanah, namun kami sangat keberatan, dan kecewa atas ulah mafia tanah yang memperjual belikan tanah mereka kepada orang lain tanpa sepengetahuan kami, sebut mereka.

Dihadapan ratusan pengunjuk rasa DPRD Taput Maruli Panjaitan SPd berjanji akan menindak lanjuti aspirasi yang disampaikan warga parik sabungan dengan terdahulu mempelajari dokumen yang disampaikan kepada kami, dan setelah sudah mengetahui letak persoalan ini maka kami DPRD Taput akan memanggil para pihak terkait untuk meminta penjelasan tentang masalah tanah milik warga di desa parik sabungan, bahkan kami juga akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) agar lebih jelas akan persoalan ini, sebut Maruli.

Selesainnya berkas dokumen Aspirasi Warga di serahkan  warga kepada pihak DPRD Taput  yang diterima oleh Maruli Panjaitan, didampingi Anggota DPRD lainnya Marconis Siregar, Hulman Nababan, Humala Hutapea, massa pun membubarkan diri dengan damai.  (Dompak Sihombing)

NO COMMENTS