Sampoerna University Gelar Seminar Penerapan Computational Thingking

RadarOnline.id, JAKARTA – Sampoerna University bekerja sama dengan PT Eduspec Indonesia menyelenggarakan kegiatan seminar dan workshop bertema “Kenali Trend Pendidikan Abad 21” bagi para kepala sekolah Nasional Plus dan Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) di Le Meridean Hotel Jakarta, Kamis (13/10/2016) Jakarta.

Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Sampoerna University atas penerapan Computational thinking dalam pendidikan di lndonesia. Computational thinking merupakan sebuah pendekatan yang diyakini dapat menjadi salah satu solusi dalam menjawab tantangan masa depan, dengan lebih cermat dan terukur.

Indra Charismiadji pengamat pendidikan Abad 21 mengatakan perkembangan dunia pendidikan sangat cepat, karena itu Indonesia harus menyesuaikan kurikulum agar dapat bersaing di era global. Sekolah Harus mampu mempersiapkan anak didik menghadapi dunia nyata yang penuh masalah agar siap dalam persaingan global.

Sementara itu, Head Of Student Life Sampoerna University, Eddy Henry mengatakan Computational Thingking merupakan sebuah pendekatan yang diyakini dapat menjadi salah satu solusi dalam menjawab tantangan masa depan, dengan lebih cermat dan terukur. Sampoerna Academy dan Sampoerna University telah mengimplementasikan Pendidikan Abad 21 melalui pendekatan Science, Thecnologiy, Engineering, Arts, dan Math ( STEAM) yang mengedepankan Computational thingking.

Data yang dikeluarkan oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) pada tahun 2012 memperlihatkan bahwa Indonesia berada di rangking 61 untuk membaca, dan rangking 64 untuk matematika dan ilmu pengetahuan, dari total 65 negara yang dipublikasikan dalam hasil Iaporan. Sedangkan pada hal literasi, Iaporan World’s Most Literate Nations yang disusun oleh Central Connecticut State University Indonesia mengungkap bahwa lndoneia juga masih tertinggal dibandingkan negara lainnya. lndonesia menempati peringkat 60 sebelum Bostwana, dari total 61 negara.

Menghadapi tantangan tersebut , kini pendidikan Abad 21 yang cetuskan Carnegie Mellon University mulai diperkenalkan dan diterapkan di lndonesia. Salah satu penekanan pada Pendidikan Abad 21 terletak pada penerapan Computational Thinking, sebagai suat cara untuk memecahkan banyak permasalahan, merancang sistem, serta memahami perilaku manusia.

Ketika diaplikasikan pada pendidikan, seperangkat keterampilan kognitif yang ditekankan dalam computational thinking memungkinkan pendidik maupun siswa/i memiliki kemampuan dalam mengidentifikasi pola, memecahkan masalah kompleks menjadi langkah-langkah kecil, mengatur dan membuat serangkaian langkah untuk memberikan solusi, dan membangun representasi data.

Proses yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan berfikir siswa/i ini dilakukan melalui simulasi 4 (empat) tahap, yaitu; decomposition (memecah data, proses atau masalah), pattern recognition (kemampuan untuk melihat persamaan atau bahkan perbedaan pola), abstraksi (melakukan generalisasl dan mengidentifikasi prinsip-prinsip umum), algorithm design (mengembangkan petunjuk pemecahan masalah yang sama secara Iangkah deml langkah).

Salah satu institusi pendidikan yang mengimplementasikan Pendidikan Abad 21 adalah Sampoema Schools System melalui Sampoema Academy dan Sampoerna University. Pendekatan Science, Technology, Engineering, Art: dan Math (STEAM) yang diterapkan Sampoerna Schools System, adalah representasi Pendid kan Abad 21 yang mengedepankan computational thinking. Pendekatan ini sudah diperkenalkan sejak taman kanak-kanak dan tingkat sekolah dasar, melaIuI pengajaran dan permainan yang mendorong mereka untuk mampu memecahkan masalah sederhana. Pada tingkat pendidikan menengah, hingga perguruan tinggi, siswa/i akan diberikan tingkat pemecahln permasalahan vane lebih kompleks. Mereka juga diperkenalkan bagaimana memanfaatkan alat bantu seperti komputer dan perangkat digital sesuai tujuannya.

Sampoerna Schools System meyakini bahwa penerapan Computational Thinking mampu menyiapkan para siswa/i untuk menghadapi kebutuhan kerja di masa depan dan meraih kesuksesan di era globalisasi.

Oleh karena itu, bekerja sama dengan PT Eduscpec Indonesia, Sampoerna Schools System berupaya untuk mendorong penerapan computational thinking secara lebih luas. Pada kegiatan seminar dan workshop yang digelar hari ini, para kepala sekolah dari berbagai Sekolah Nasional Plus dan SPK akan diajak merangkum  tantangan yang dihadapi pendidikan Indonesia dimasa datang, dan memahami bagaimana computational thinking dapat menjadi solusi untuk generasi muda Indonesia yang kompetitif.
( Edison Munthe)