Mantan Dirut PT Panca Wira Usaha Dahlan Iskan Siap Diperiksa Penyidik Kejati

0
5

RadarOnline.id, SURABAYA – Dahlan Iskan (DI) mantan direktur utama PT Panca Wira Usaha (PWU) melalui kuasa hukumnya Pieter Talaway menegaskan akan datang dalam pemanggilan yang dilakukan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur terkait dugaan penjualan aset yang dilakukan perusahaan yang pernah dia pimpin tersebut.

Pieter saat dihubungi  menyatakan pihaknya sudah menerima panggilan penyidik dua kali, namun saat itu DI ada di Amerika sehingga tidak bisa memenuhi panggilan tersebut.

” Untuk panggilan yang ketiga belum kami terima, kalau sudah kami terima pasti kami akan datang,” ujar Dahlan, Jumat (7/10/2016).

Sebelumnya Kepala Kejati Jatim Maruli Hutagalung menyatakan akan memanggil DI untuk ketiga kalinya pada 17 Oktober 2016 mendatang. Bahkan Maruli juga mengancam akan melakukan upaya paksa apabila pemanggilan tersebut tidak diindahkan oleh mantan menteri BUMN ini.

” Saya menghimbau agar pak DI datang, apalagi beliau tokoh masyarakat sekaligus mantan pejabat negara,” ujar Maruli.

Perlu diketahui, dalam kasus ini penyidik sudah menetapkan mantan ketua DPRD Surabaya WW sebagai tersangka. Penyidik juga sudah melakukan penahanan terhadap WW guna memperlancar proses penyidikan.

Penahanan yang dilakulan Kamis malam pukul 19.30 Wib  membuat WW shock, bahkan proses penahanan sempat tersendat karene WW menolak menandatangani berita acara penahanan.

Dalam keterangannya pada wartawan, WW ngotot tidak bersalah dan menyatakan jika dirinya tidak pernah menjual aset. ” Semua itu yang melakukan adalah direksi,” ujar WW.

Menanggapai hal itu, Pieter menyatakan jika DI selaku direksi hanya sebatas menandatangani apa yang sudah menjadi kesepakatan pelaksana melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

” Kalau dibilang mengetahui penjualan aset ya pasti mengetahui karena Pak Dahlan selaku direksi. Tapi itu semua kan pelaksana yang mengambil kebijakan, pak Dahlan hanya tanda tangan setelah RUPS dilakukan,” ujar Pieter.

Menanggapi pengajuan pencekalan terhadap DI yang sudah dilakukan penyidik Kejati Jatim, Pieter menyatakan bahwa pencekalan tersebut harus dilihat konteksnya.

” Pencekalan itu harus dilihat konteksnya. Kalau dipanggil sebagai saksi masak sih harus dicekal, toh pemanggilan dua kali itu juga beliau ada di Amerika dan sudah diberitahukan ke penyidik,” ujar Pieter.

Apakah DI siap apabila nantinya penyidik merubah status saksi jadi tersangka? Pieter menyatakan jika segala resiko harus dihadapi, siap tidak siap harus siap. ” Yang jelas DI akan melaksanakan proses ini dengan baik dan kooperatif,” tegasnya.

Untuk diketahui, kasus dugaan penyelewengan aset PWU diusut Kejati Jatim sejak awal 2015 lalu. Sebanyak 33 aset berupa tanah dan bangunan diduga dijual secara curang di masa DI menjabat sebagai Direktur Utama PT PWU tahun 2000-2010

Selain mantan menteri BUMN, DI yang disebut-sebut dalam kasus ini, pembeli aset sebagian bukan orang sembarangan. Di antaranya artis sekaligus anggota DPD RI, Emilia Contessa, yang membeli bangunan milik PWU di Banyuwangi.

Emilia, dalam kasus ini Kejati sudah meminta keterangan mantan Ketua DPRD Surabaya, Wishnu Wardhana (mantan manajer aset PWU), dan bos Maspion Group, Alim Markus, selaku mantan Komisaris PWU dan sejumlah petinggi PT PWU. (Harifin)