Rachmat Syah Pastikan Tidak Ada Penjarahan Hewan di KBS

0
23
Rahmat Syah saat memberikan keterangan di sidang perkara pencemaran nama baik dengan Terdakwa, Singky Suwadji. (RadarOnline.id)

RadarOnline.id, SURABAYA  –     Sidang perkara pencemaran nama baik dengan terdakwa pengamat satwa Singky Suwadji mendatangkan saksi pelapor Rahmat Syah untuk dimintai keterangan dihadapan majelis hakim yang diketuai Ari Jiwantara, Kamis (29/9/2016).

Dalam keterangannya Rahmat menerangkan kenal dengan Singky sejak tahun 2004 dan dikenalkan Utoyo, pemilik sebuah radio di Surabaya.

Dalam persidangan ini, saksi juga menerangkan jika Singky sebenarnya juga pernah melakukan pencemaran nama baik terhadap dirinya pada tahun 2003.

Namun ini diabaikan karena hanya menyinggung ke PKBSI nya, bukan ke Rahmat Syah secara pribadi.

Terkait tulisan-tulisan yang dimuat Terdakwa, Singky diakunnya itu, saksi mengaku sangat malu dan sudah dipermalukan.

Banyak hal yang membuat Rahmat Syah menjadi tersinggung kemudian menempuh jalur hukum, diantaranya waktu itu saksi adalah Konsul RI untuk Turki.

Dalam persidangan ini, saksi secara tegas menyatakan bahwa Singky sudah mencaci maki dirinya.

” Dan saya juga merasa terhina sebab di tulisan terdakwa tersebut tidak benar, karena banyak pihak yang sudah mengecek langsung termasuk pihaknya Singky Suwadji,” ujar Rahmat.

Dlm persidangan ini, saksi ditanya kuasa hukum terdakwa seputar hak dan wewenang saksi sebagai ketua umum PKBSI yang berhak melaporkan kejadian ini hingga membawa ke jalur hukum.

Menurut saksi, PKBSI diminta untuk mengelola KBS oleh Negara, jadi tidak ada penjarahan seperti yang ditudingkan Singky dalam akun facebooknya.

Saksi jug menjelaskan bahwa perpindahan satwa itu atas perintah menteri kehutanan. Hal tersebut dilakukan untuk kesejahteraan satwa.

” Jadi penjarahan itu tidak pernah ada,” ujarnya. (Harifin)