Skenario Marquez Jadi Juara di Motegi Jepang

Race winner Repsol Honda's Spanish rider Marc Marquez (C) celebrates on the podium between 2nd placed Yamaha Team's Spanish rider Jorge Lorenzo (L) and third placed Yamaha Team's Italian rider Valentino Rossi after the Moto GP race of the Aragon Grand Prix at the Motorland racetrack in Alcaniz on September 25, 2016. / AFP PHOTO / JAIME REINA

Marquez jadi pemenang di Aragon.

Jakarta, RadarOnline – Seri MotoGP sudah memasuki seri ke 14 tahun ini, artinya tinggal menyisahkan empat seri lagi. Untuk menjadi juara ada tiga nama Marc Marquez, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. Namun Marquez jadi unggulan terdepan karena ada 52 poin jadi pemisah dengan Rossi di peringkat dua klasmen sementara.

Kemenangan di MotoGP Aragon memperbesar peluang Marquez untuk jadi juara dunia MotoGP tahun ini. Marquez bahkan punya kans untuk mengunci gelar juara di seri berikutnya.

Marquez kini mengumpulkan 248 poin dari 14 seri yang telah berlalu. Pebalap Repsol Honda itu unggul 52 poin atas Rossi dan 66 poin atas Lorenzo diperingkat ketiga.

Kompetisi sekarang tinggal menyisakan empat seri. Seri yang terdekat adalah MotoGP Jepang pada 16 Oktober mendatang, disusul MotoGP Australia (23 Oktober), dan MotoGP Malaysia (30 Oktober). MotoGP Valencia (13 November) akan menjadi seri pamungkas.

Melihat konsistensi Marquez dalam meraih angka pada musim ini, sulit membayangkan dia disalip Rossi atau Lorenzo pada saat-saat terakhir. Bahkan ada skenario yang memungkinkan Marquez sudah jadi juara dunia di Motegi, Jepang, pada 16 Oktober mendatang.

Jika Marquez memenangi balapan di Motegi dan pada saat bersamaan Rossi dan Lorenzo gagal finis atau finis di luar zona poin, maka gelar juara dunia tahun ini sudah pasti jadi milik Marquez.

“Saya tidak akan memenangi kejuaraan di Jepang. Saya inginnya begitu karena itu adalah sirkuit kandang Honda, tapi saya pikir hal itu tidak akan terjadi. Kami harus menunggu, kami harus bersabar, dan kami tak boleh membuat kesalahan apapun. Tak penting di mana kami jadi juara, yang penting jadi juara,” ucap Marquez seperti dikutip Crash.net.

“Kami harus mempertahankan mentalitas yang sama dan kami tahu bahwa Jepang akan menjadi sirkuit d mana kami lebih kesulitan. Namun, kami juga akan tiba di trek-trek lain yang akan lebih baik buat kami,” tambah juara dunia dua kali itu.

“Kita lihat saja, tapi tentu saja Phillip Island, Valencia, adalah sirkuit-sirkuit bagus buat saya, tapi juga Motegi tahun lalu, saya bagus dalam kondisi kering dalam kondisi basah beda. Malaysia, kita lihat saja bagaimana kami bisa menghadapinya, tapi kami harus mempertahankan mentalitas yang sama. Jika kami tiba pada hari Minggu di sebuah sirkuit di mana saya tak bisa menang, tak masalah, kami harus menunggu,” kata Marquez.

Lorenzo vs Rossi

Semntara itu, pebalap Movistar Yamaha Lorenzo tak menyangka dirinya bisa finis di posisi kedua dalam balapan MotoGP Aragon. Lorenzo tadinya mengira dia akan finis keenam atau ketujuh.

Lorenzo mengatakan hal itu setelah menyelesaikan balapan di Sirkuit Aragon, Minggu (25/9/2016), di belakang Marquez dan di depan Rossi.
“Pada akhirnya, dalam situasi yang sangat sulit, ketika kami mengira akan finis di posisi keenam atau ketujuh, balapan bisa mengejutkan Anda dan kami finis dengan sangat positif di posisi kedua dan sangat dekat dengan pemenang. Saya senang, saya sangat gembira, dan kami selamat dari situasi yang sangat sulit,” kata Lorenzo.

Lorenzo masih menempati posisi ketiga di klasemen sementara MotoGP bawah Marquez dan Rossi. (Mf/Roz/Rbp)

Baca juga :
Marquez Antara Main Aman Atau Kejar Podium di Aragon
Vinales Raih Kemenangan Perdananya di MotoGP

NO COMMENTS