Unjuk Rasa SEJAK Tahun 85 Warga Lumban SITORUS Selalu Pulang Tanpa Hasil

RadarOnline.id, TOBASA – Seakan tak pernah lelah, masyarakat Adat Lumban Sitorus Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) kembali berunjukrasa. Terakhir Rabu (21/9/2016) kemarin di depan Kantor Bupati Tobasa. Unjuk rasa yang dilakukan masih terkait penyerobotan lahan adat warga yang dilakukan PT Toba Plup Lestari (TPL) dan tak kunjung dikembalikan.

Esron Sitorus orator aksi Aliansi Masyarakat Adat Lumban Sitorus,  mengungkap kalau penyerobotan lahan tersebut sudah dilakukan sejak tahun 1985 oleh TPL ketika masih memakai nama lama PT Inti Indorayon Utama.

Masyarakat adat di Desa Lumban Sitorus telah berupaya lebih dari 32 tahun untuk mendapatkan pengakuan dari negara dengan tanah adat yang dikuasi TPL saat ini.

Dalam aksi ini, mereka sangat berharap agar Bupati baru Tobasa Ir. Darwin Siagian, mau duduk bersama mendengarkan apa yang selama ini telah berkali-kali disuarakan lewat aksi unjuk rasa. Namun masyarakat harus kecewa, karena bupati tak kunjung menampakkan diri.

Esron menguraikan, sejak tahun 1985, masyarakat adat Lumban Sitorus sudah berkali-kali mempertanyakan kejelasan status tanah ini kepada pihak pemerintah, baik Pemkab Tapanuli Utara (Taput) ketika masih berada dalam wilayah administrasi Taput hingga saat telah mekar menjadi Kabupaten Tobasa.

” Sudah berkali-kali kita mempertanyakan kejelasannya, namun hingga kini belum ada kejelasan status dan pengakuan dari pemerintah. Sebaliknya pemerintah dan perusahaan justru mengatakan telah membayarkan ganti rugi tanah tersebut kepada masyarakat,” urai Sitorus.

Menanggapi pernyataan tersebut, masyarakat adat Lumban Sitorus mengaku tidak pernah memperoleh ganti rugi dalam bentuk apapun atas tanah hak mereka. (Roy Siahaan)

NO COMMENTS