Prestek Alasan Pungli Tebusan Tilang PN Kelas IA Tangerang

Kantor Pengadilan negeri Kelas I A Tangerang. (RadarOnline.id/Rodi Sitio)

RadarOnline.id, TANGERANG    –   Biaya Penebusan Tilang yang dibayarkan oleh masyarakat yang melanggar lalu lintas di wilayah Hukum Tangerang diduga menjadi bancakan oknum Pejabat Pengadilan Negeri (PN) Kelas I A Tangerang.

Hasil pantauan RadarOnline.id, Selasa (20/9/2016) siang, rata rata biaya penebusan tilang bagi masyarakat yang melanggar lalu lintas bagi pengguna kendaraan roda 4 Rp. 150.000,- perlembar tilang, dengan alasan karena sudah di prestek. Anehnya, prestek ini sudah dilakukan padahal jam sidang belum selesai, yakni kira kira kurang lebih pukul 11.00 Wib.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Geno selaku Pegawai Pengadilan Negeri yang biasa mengurusi Tilang, Geno mengatakan, sudahlah lah gua juga pusing, jujur sebenarnya gak boleh cuma gua gak enak sama temen teman.

” Sudahlah. Kalau gua bisa bantu, gua bantu, gua yang dikejar sama pimpinan. Maaf banget kalau kamu ngomong kesini aja gak usah cari masalah gua juga gak tega, makasih mas,” ujarnya melalui layanan pesan singkat ponselnya.

Ketika disinggung berapa Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari setiap lembar tilang, lagi – lagi Geno mengatakan, posisi gua lagi kejepit disisi lain temen – teman cari buat rokok.

” Maaf banget bang tolong ngerti dikit abang kan tahu semua wartawan, loe kenal gue kenapa si loe kesini aja, loe tahu gue kalau lagi pusing pasti marah -marah tanyakan sama temen – teman gue orangnya bagaimana, maaf loe keberatan kesini aja deh gue belom kenal wajah kamu, tolong,” ujarnya melalui layanan pesan singkat ponselnya.

Informasi yang dihimpun RadarOnline.id dilingkungan Pengadilan Negeri Kelas I A Tangerang, bahwasannya ulah oknum pejabat Pengadilan ini sangat meresahkan masyarakat, dan kuat dugaan alasan prestek merupakan alasan yang dibuat buat, karena menurut narasumber yang tidak bersedia disebutkan jatidirinya pada pemberitaan ini mengatakan, “prestek itu berlaku kalau sidang tilangan sudah selesai, yang oleh Hakim ditetapkan atau diputuskan lah tarif untuk setiap berkas tilangan, dan apabila ada masyarakat yang tidak mengikuti sidang, harus membayar sebesar yang sudah ditetapkan oleh Hakim, itu juga mengambilnya di Kejaksaan, ini malah baru jam 11.00 Wib masa sudah di prestek tapi mengambilnya tetap di Pengadilan.

” Ini kan jelas akal – akalan untuk meraup keuntungan yang lebih besar,” ujarnya dengan kesal.

Hasil pengamatan RadarOnline.id, terkait dengan prestek disini adalah terdapat tulisan tangan pada dibalik lembar tilangan berupa nilai yakni Rp. 150.000,- pada berkas tilang atas nama Jonker dengan plat nomor Kendaraan B 1635 IT.   (Rodi Sitio)

NO COMMENTS