Tak Ada Wabup, Tiga Pihak akan Dituntut ke Pengadilan

0
11

Ketua HMI MPO Bogor Raya,  Fahreza. (Foto : dok.radaronline.id)

RadarOnline.id, BOGOR    –      Puluhan masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam beberapa organisasi kembali mendatangi Komplek Pemerintahan Kabupaten Bogor guna mempercepat pemilihan Wakil Bupati.

Elemen mahasiswa HMI MPO Bogor Raya mengatakan Bupati Nurhayanti, DPRD dan koalisi kerahmatan harus meningggalkan egonya demi kepentingan masyarakat.

“Tiga pihak mulai dari Bupati Bogor, DPRD dan koalisi kerahmatan berperan besar dalam ketiadaan Wakil Bupati. Dengan ketiadaan Wakil Bupati, kinerja Pemerintah Kabupaten Bogor sangat tidak maksimal karena Bupati bekerja sendiri,” ujar Ketua HMI MPO Bogor Raya,  Fahreza, Kamis (08/09/2016).

Ia menambahkan, semua partai yang tergabung dalam koalisi kerahmatan harus secepatnya mengajukan nama-nama Calon Wakil Bupati untuk segera dipilih Bupati Nurhayanti.

“Kalau koalisi kerahmatan lambat dalam mengajukan nama Calon Wakil Bupati (Cawabup), saya harap Bupati dan DPRD mendesak mereka. Karena saat ini kami belum melihat Cawabup yang sudah siap mengisi posisi itu,” tambahnya.

Fahreza mengancam, apabila hingga batas waktu tidak terpilih Wakil Bupati. Maka gabungan elemen yang tergabung di Aliansi Masyarakat Penyelamat Bogor (AMPB) akan menuntut tiga pihak diatas ke pengadilan karena dianggap lalai dalam bekerja.

“Kalau saja posisi Wakil Bupati tidak diisi hingga batas waktu, kami akan menuntut Bupati, DPRD dan koalisi kerahmatan ke  meja pengadilan. Karena kesengajaan mereka, Nurhayanti tak punya Wakil Bupati yang berujung kepentingan rakyat tidak tersalurkan dalam program kerja Pemerintah Daerah,” ancam Fahreza kepada wartawan.

Asep dari Koalisi Rakyat Bogor Selatan (KRBS) juga mendesak agar posisi Wakil Bupati untuk diisi hingga Selasa (13/9/2016) mendatang. Kalau tidak, masyarakat akan kembali berunjuk rasa di komplek Pemerintah Kabupaten Bogor.

“KRBS yang gabungan masyarakat di 7 kecamatan di Selatan Bogor akan kembali berujuk rasa, apabila Selasa (13/9/2016) tidak ada pemilihan Wakil Bupati. Bupati Nurhayanti, DPRD dan koalisi kerahmatan harus memberikan kepastian kepada rakyat, kapan kursi Wakil Bupati diisi,” lanjut Asep ke wartawan.

Kepada wartawan Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Bogor Muhammad Rizky mengaku partainya sudah mengajukan nama untuk jadi Cawabup, namun karena beberapa partai yang tergabung dalam koalisi kerahmatan belum siap. Maka pengajuan nama Cawabup ke Bupati Nurhayanti pun jadi belum ada gerakan berarti.

“Kami sudah mengajukan satu nama menjadi Cawabup yaitu Iwan Setiawan. Namun dari 9 partai yang tergabung dalam koalisi kerahmatan, selain kami, hanya Partai Demokrat dan PAN saja yang sudah siap,” kata Rizky.

Pria lulusan IPB ini melanjutkan harusnya 6 partai tersisa yang belum siap mengajukan nama Cawabup, ditanya oleh masyarakat bentuk komitmennya terhadap posisi atau jabatan Wabup.

“Kita tak bisa meninggalkan koalisi kerahmatan karena dari dulu kita berjalan beriringan.

Namun apabila ada tuntutan di meja pengadilan. Maka partai yang tidak berkomitmen saja yang bisa dituntut. Kalau Gerindra sendiri bersama beberapa partai seperti PAN, Demokrat dan lainnya kan sudah melakukan interupsi dan meminta pemilihan Wabup ini dipercepat dalam rapat paripurna atau dikesempatan lainnya,” pungkasnya. (Sofwan)