Pegawai Kantor Camat Pematang Tanah Jawa Giat Pungli

0
32
Kadisdukcapil Simalungun Jon R Damanik (kiri) turun langsung melayani warga dalam pengurusan administrasi kependudukan di Pamatangraya, Senin (8/8/2016)

RadarOnline.id, SIMALUNGUN  – Tidak terima dipungli sejumlah warga protes di kantor kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun. Pasalnya warga yang datang untuk  e-KTP ini mengaku dimintai uang oleh oknum PNS Seksi Kependudukan Kebersihan dan Pertamanan Kantor Kecamatan Tanah Jawa yang menaungi 2 wilayah kelurahan dan 18 Desa ini sebesar Rp 50 Ribu.

Pungutan liar yang jelas perbuatan korupsi itu, berlangsung saat petugas melayani perekaman data. Warga yang takut tidak punya e-KTP terpaksa merogoh kantung meski mereka mengaku sangat keberatan dengan adanya pungli.

RadarOnline.id, Kamis (8/9) siang langsung menelusuri praktik pungli yang terang-terangan dan khabarnya tak pernah sekalipun ditegur oleh Camat yang menjabat saat ini, Basaia Samosir SH.

Diruangan, dari balik pintu terlihat dua pegawai wanita berseragam PNS yang bertugas merekam data e-KTP. Sejurus kemudian meminta uang Rp 50 ribu dari seorang warga yang bernama Benget Simanjuntak.

Semula Benget keberatan, namun akhirnya membuka dompet dan menyerahkan satu lembar uang Rp 100 ribu, pegawai menerima dan mengembalikan uang Rp 50 ribu.

Saat dimintai informasi, Benget yang mengaku warga Kelurahan Pematang Tanah Jawa menguraikan, diruangan sesaat setelah selesai melakukan perekaman data untuk e-KTP. dipaksa menyerahkan uang pengurusan kalau mau KTP nya kelar.

“Mana uangnya? Katanya menirukan oknum pegawai, kujawab ngak punya, mau jadi ngak KTP nya, ancam pegawai lagi, ya sudah kukasikan aja. Dari pada ngak dapat KTP bisa repot nanti urusannya” urai Benget dengan raut wajah kesal.

Ada puluhan warga yang mengantri setiap harinya, mereka datang dari 2 kelurahan dan 18 Desa yang menjadi bagian dari wilayah Kecamatan Tanah Jawa. Hampir seluruhnya mengaku dimintai uang. (Robert Hutagaol)