KKN Mahasiswa IAIN Jember Ajari Warga Buat Pupuk Organik

Kegiatan KKN mahasiswa IAIN Jember dengan warga petani di Desa Puger mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik. (RadarOnline.id/Shodiq).

RadarOnline.id, BONDOWOSO  –  Mengabdi kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui banyak hal, salah satunya program perguruan tinggi di Jawa Timur menurunkan mahasiswanya untuk terjun langsung ke desa.  Program yang diberi nama Kuliah Kerja Nyata atau KKN termasuk dalam mata kuliah wajib bagi mahasiswa untuk syarat kelulusannya.

Salah satu Tim KKN 83 IAIN Jember yang melaksanakan pengabdian masyarakat sesuai dengan prosedur di Dusun Kidul Kali, Desa Pujer Baru, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, selama jangka waktu 40 hari, yakni mulai dari 22 Juli hingga  31 Agustus  2016.

Sebuah kegiatan yang diadakan selama 40 hari dipastikan dapat meningkatkan ikatan silaturrahmi, apalagi kegiatan ini merupakan program kerja gabungan dari beberapa jurusan serta fakultas yang berbeda.

Dan selama 40 hari ini tentu banyak kenangan dan kegiatan sosial yang dapat dilakukan guna mengaplikasikan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi,  yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat.

Menyadari itu,  Tim 83 KKN IAIN Jember berupaya membantu memecahkan permasalahan di Dusun Kidul Kali melaui program kerjanya, yakni menciptakan pupuk organik.

“Kegiatan ini merupakan salah satu program yang dilaksanakan selama masa KKN kepada masyarakat,” ujar Hafidi selaku fasilitator pembuatan pupuk dari Tim 83 KKN IAN Jember,  saat ditemui di Desa Pujer, Kamis  (8/9/2016).

Menurutnya, kegiatan pembuatan pupuk organik dipandang perlu untuk warga daerah itu. Sebab, warga di Dusun Kidul Kali pada umumnya bermata pencarian sebagai petani dan peternak. Sehigga dengan harapan, melalui kegiatan pembuatan pupuk tersebut dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat agar lebih mengenal pupuk organik. Di samping itu, ketika masyarakat sudah memahami pembutan pupuk tersebut dapat mengurangi biaya yang biasanya untuk pembelian pupuk di toko.

Pembuatan pupuk organik dilaksanakan satu hari yakni, Minggu (7/8/2016). Sedangkan bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan pupuk tersebut sangatlah mudah ditemukan, salah satunya kotoran sapi yang selama ini di buang sembarangan dan dianggap tidak bermanfaat bagi masyarakat.

“ Kotoran sapi bermanfaat untuk pembuatan pupuk organic,” jelas Hafidi.

Kegiatan ini mendapatkan  respon sangat baik dari masyarakat setempat, khususnya bagi para petani.

Toha (47),  tokoh masyarakat  Desa Pujer  yang ikut membantu jalannya kegiatan ini mengungkapkan,  kegiatan ini sangat membantu petani dalam mengolah sawah dengan memanfaatkan kotoran sapi yang banyak disini.

“Kami para petani sangat terbantu dengan program dari Tim 83 KKN IAIN Jember, khususnya dalam pengolahan kotoran sapi yang dapat  bermanfaat sebagai pupuk organic untuk sawah-sawah kami,” papar Toha.   (Shodiq).

 

 

NO COMMENTS