Rehab Jembatan Panus, Pemkot Depok Masih Tunggu Perintah Pusat 

Radar Online.id, DEPOK   –   Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok, Hardiman mengungkapkan, bahwa pihaknya segera merehab jembatan panus yang kondisinya kini kian memprihatinkan. Jembatan panus yang tepatnya berada di sekitar kawasan Sungai Ciliwung, Kecamatan Pancoran Mas tersebut merupakan salah satu bangunan yang memilik nilai historis.

“Jadi sejak awal tahun, pihaknya sudah pengajuan rehab jembatan panus tersebut kepemerintah pusat. Sebab jembatan panus itu wewenang pemerintah pusat, maka yang berhak melakukan rehab dari pihak pemerintah pusat. Kalau dilihat dari kondisi nya saat ini memang perlu direhab, apalagi selama bertahun-tahun jembatan itu belum diperbaiki,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (5/9/2016), dikantornya.

Menurutnya, meski sudah membuat pengajuan kepemerintah pusat terhadap rehab jembatan panus tersebut, namun hingga saat ini belum ada jawaban pasti dari pemerintah terkait kapan waktu rehab mulai dilakukannya.

“Kami masih menunggujawabannya. Jika memang belum ada tanggapan, berkirim surat terus dilakukan,” tutur Hardiman.

Hardiman menilai kondisi jembatan panus masih layak untuk dilewati.”Sebenarnya masih layak namun jika dibiarkan membahayakan juga. Mengingat jembatan panus sering kali dijadikan alternatif jalan bagi masyarakat.Truk-truk juga suka lewat,” ucapnya.

Hardiman mengakui, pihaknya sudah mendapat laporan dari masyarakat agar pemerintah segera memperbaiki jembatan panus.”Sudah ada yang laporan, kami juga sudah mengecek langsung keadaan disana. Kalau rehab tidak dirombak secara total beda halnya jika pembangunan jembatan. Untuk kasus panus, akan dilakukan rehab,” imbuhnya.

Hardiman menambahkan, nantinya selama rehab akan diperhatikan pula pengguna jalan. Ini dikarenakan jembatan tersebut kerap dijadikan alternative jalan baik menuju Jalan ToleIskandar atau arah sebaliknya menuju Jalan Siliwangi. “Tentunya jika proses rehab dimulai ada peralihan arus lalu lintas,  rekayasa lain dilakukan kerjasama dengan Dishub dan Polres Depok,” pungkasnya.

Ketua RW 15 Masran, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas berpendapat, Jembatan Panus seperti sudah dilupakan oleh Pemkot Depok. Karena, sampai sekarang ini perawatan yang dilakukan tidak terlalu signifikan untuk memperbaikinya.

”Yang dilakukan selama ini, baru pengecetan saja. Padahal, di beberapa bagiannya sudah ada yang retak, dan harus diperbaiki. Karena, dikhawatirkan retaknya semakin melebar, dan membahayakan pengguna jalan,” ucapnya

Masran menambahkan, jembatan yang di bangun pada tahun 1917 oleh Andre Laurens itu, merupakan salah satu sejarah yang ada di Kota Depok.

Dulunya jembatan panus merupakan jembatan penghubung wilayah Bogor dan Batavia masa kolonial. Jembatan yang memiliki lebar lima meter dan panjang 100 meter ini, pernah mempunyai peran sebagai jalur perlintasan, hingga peran jembatan tersebut tergantikan.

”Mungkin gara-gara sudah di bangunnya jembatan layang yang lebih kuat, Jembatan Panus jadi kurang diperhatikan pemeliharaanya,” jelasnya.

Dengan kondisi Jembatan Panus yang temboknya sudah mulai retak dan rawan longsor, Masran mengharapkan agar segera ada perbaikan dan perhatian lebih terhadap situs bersejarah Kota Depok itu.

”Harapannya itu segera diselamatkan, karena itu bagian situs sejarah, kita harap itu diperhatikan,” tutupnya.

Salah satu warga, Ade Ridwan (23) yang sering melewati jembatan panus berharap kepada pemerintah Kota Depok segera melakukan perbaikan terhadap jembatan tersebut.

“Itu harus segera diperbaiki, nggak bisa ditunda.Banyak warga yang lewat sini.Jangan menunggu sampai makan korban dulu baru cepat-cepat diperbaiki.Apalagi sekarang sudah masuk musim penghujan.Jembatan lama-lama bisa terkikis karena tergerus air terus menerus,” ujar Ade Ridwan.

Sebelumnya sejumlah aktivis lingkungan dan sejarahwan JJ Rizal sempat melakukan aksi di sepanjang Jembatan Panus.Aksi dilakukan sebagai bentuk keprihatinan mereka terhadap kondisi jembatan panus yang mulai rusak karena terkikis air. (Maulana Said)

 

NO COMMENTS