Pungli Marak Saat Penerimaan Siswa Baru

RadarOnline.id, LABUHANBATU – Kendati biaya untuk penerimaan siswa baru telah diatur dalam item BOS (Biaya Operasional Sekolah), namun budaya pungli (Pungutan Liar) tidak mampu dicegah hingga sejumlah sekolah di Labuhanbatu jadi sorotan saat penerimaan siswa baru. Hal ini terjadi dalam setiap tahun nya, baik saat penerimaan siswa baru maupun ketika pengambilan ijazah, dimana pihak sekolah selalu bersembunyi dibelakang komite, dan berpayungkan hasil rapat.

Masyarakat banyak yang bertanya kemana anggaran yang telah dianggarkan pemerintah melalui dana BOS dalam setiap triwulannya.

Di kecamatan Bilah Hilir khususnya, sejumlah sekolah yang ada terus melakukan pengutipan biaya dengan seribu dalih, meskipun hal tersebut tidak dibenarkan.

Bahkan ironisnya, pihak sekolah tak segan-segan mengatakan kalau hal tersebut merupakan kesepakatan hasil musyawarah antara komite dan wali murid.

Hingga alasan seikhlas hati pun menjadi senjata pihak sekolah dalam melakukan pungli, namun dibalik itu pelanggaran yang jelas berdampak merugikan masyarakat pun terus dilakukan tanpa adanya teguran dan tindakan yang diberikan oleh pemerintah kabupaten atau dinas pendidikan kabupaten Labuhanbatu.

Di SMP Negeri 1 Bilah Hilir contohnya, pengutipan sebesar Rp 300.000/siswanya dengan alasan untuk pembelian dasi, topi dan atribut menjadi dalih pihak sekolah dalam melakukan pengutipan terhadap para wali murid saat penerimaan siswa baru, juga di SMK Negeri 1 Bilah Hilir sekitar 70 orang wali murid harus menyetor uang sebesar Rp 2.300.000/siswa dengan dalih untuk buka kelas baru dan harus butuh mobilier.

Meski sebagian besar ditanggung melalui dana BOS, tetap saja pihak sekolah melakukan pengutipan yang membuat wali murid menanggung beban berat untuk menyekolahkan anaknya.

“Iya pak, kami harus bawa uang Rp 300.000 saat daftarkan anak saya, padahal anak saya sudah tidak punya ayah lagi, sementara saya hanya karyawan BHL (Buruh Harian Lepas) diperkebunan, untuk makan aja kurang,” ungkap salah seorang wali murid yang enggan namanya disebutkan.

Pihak sekolah SMP Negeri 1 Bilah Hilir sendiri hingga saat ini masih belum dapat ditemui guna memberikan alasan terkait pengutipan tersebut, sementara panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) disekolah tersebut hanya bisa mengatakan kalau dirinya hanya menjalankan tugas. (Berman Sinaga/Red)