Isnawa Adji Berharap Masyarakat DKI Mandiri Dalam Penanganan Sampah

Ket. Photo : Petugas Kebersihan Sedang Mengangkut Sampah Pasar Rawa Sari Cempaka Putih Jakarta Pusat, Sabtu (20/08)

Jakarta, Radar Online.id – DKI Jakarta merupakan kota dengan volume sampah sebesar 6.500 -7.000 ton per hari. Volume tersebut sangat tinggi jika kita bandingkan dengan kota-kota besar di Eropa yang hanya menghasilkan sampah 1.500-2.000 ton per hari.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan untuk menangani sampah dengan volume besar tersebut. dalam waktu dekat pihaknya akan membangun Intermediate Treatment Facilities (ITF) di empat lokasi yakni, di Duri Kosambi,Cilincing, Sunter, dan Marunda.

Menurut Isnawa penanganan sampah tidak akan berhasil bila hanya dilakukan melalui solusi ITF. Dia berharap agar ke depannya masyarakat DKI Jakarta memiliki kemandirian dalam penanganan sampah. Pasalnya, tumpukan sampah yang dihasilkan dalam tiga hari sejatinya butuh waktu selama seminggu untuk membersikannya, sehingga bila hanya mengandalkan sarana dan prasarana saja tentunya tidak akan berhasil.

Sementara itu, Widyaiswara Muda Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Budiman Richardo Saragih memaparkan kalau startegi yang dilakukan Kementerian ESDM dalam pengolahan sampah adalah dengan menugaskan PT PLN (Persero) untuk membeli tenaga listrik dari Pembangkit Listrik Berbasis Sampah Kota. Saat ini Pemerintah telah menetapkan dua tempat yaitu Bantar Gebang dan Surabaya untuk dijadikan PLT sampah dengan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

“Kami ingin memberi kemudahan investor yang ingin mengembangkan PLT sampah dengan mengunakan APBN,” urainya.

Dia mengakui, permasalahan sampah bisa diselesaikan dengan mensinergikan kepentingan pengelolaan sampah untuk kepentingan energi dan kebersihan kota, dengan membalik paradigma mengelola sampah dengan menghabiskan energi menjadi mengelola sampah untuk dijadikan energi. (Osran)

NO COMMENTS