Ahok Umumkan Bakal Diusung PDIP, Hasto Bilang Belum Tentu

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto diseusai acara deklarasi Indonesia Melawan Kekerasan Seksual di Metropole, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2016).

Jakarta, RadarOnline.id – Demi mendengar ucapan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan agar dirinya tidak perlu mendaftar sebab sudah pernah mendaftar tahun 2012 lalu saat berpasangan dengan Jokowi, Ahok langsung menyatakan kepada publik kalau kalau PDIP akan mengusung dirinya maju dalam Pilkada DKI 2017.

Pernyataan ini kontan menyulut pro kontra di internal PDIP. Sejumlah elit PDIP menegaskan, partai berlambang banteng hingga saat ini belum memutuskan siapa yang bakal diusung di Pilkada DKI Jakarta.

“Belum, ada mekanisme di PDIP, sikap resmi akan diumumkan DPP, entah Ketum atau Sekjen,” kata Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari kepada Radar Online.id di Jakarta, Kamis (18/08) lalu.

Penegasan yang sama juga disampaikan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. Hasto mengakui ada hubungan personal yang sangat erat antara Ahok dan Megawati, kendati demikian, bukan berarti Megawati serta merta mendukung Ahok maju dalam bursa perebutan kursi DKI 1. Hasto mengungkap kalau Megawati akan tetap menghargai proses kelembagaan partai dalam mempersiapkan calon kepala daerah. Megawati dinilai akan mendahulukan aspirasi masyarakat saat memutuskan sikap partai di Pilkada DKI Jakarta 2017.

“Dalam keputusan politik, Ibu Megawati Soekarnoputri selalu mengedepankan proses institusionalisasi kepartaian. Proses kelembagaan politik di dalam partai, sehingga di situlah kami dididik Bu Megawati bahwa proses kelembagaan untuk mempersiapkan calon pemimpin itu tugas partai,” jelas Hasto.

Menurut Hasto meski elektabilitas Ahok paling tinggi dibanding para penantangnya, berdasarkan hasil survei berbagai lembaga, namun pertimbangan PDIP mengusung seorang calon pemimpin tidak berdasarkan hasil survei.

“Wajar incumbent mendapatkan elektabilitas lebih tinggi. Apalagi dalam posisi partai politik lain belum mengumumkan calon gubernurnya, sehingga (hasil survei) ini masih dinamis. Survei bukan satu-satunya pertimbangan mengusung calon,” ucap Hasto. (Osran Simanjuntak)