Pengunjuk Rasa Minta Alvin Lehu Dihukum Setimpal

Foto: Pengunjukrasa menggelar berbagai poster yang diantarnya menuntut Majelis Hakim agar menjatuhkan hukuman mati kepada Alvin Lehu, terdakwa penyalahgunaan narkoba pada unjuk rasa yang digelar di Pengadilan Negeri Tebing Tinggi Deli, Selasa (9/8/2016). (bataktoday/iss)

Tebing Tinggi, RadarOnline.id – Unjuk rasa mewarnai Sidang perdana kasus kepemilikan narkoba dengan terdakwa Arifin alias Alvin Lehu, Selasa (9/8/2016) di Pengadilan Negeri Tebing Tinggi Deli, mereka menuntut agar terdakwa yang dikenal sebagai gembong narkoba Siantar-Simalungun itu dijatuhi hukuman mati. Para pengunjuk rasa datang dari berbagai komponen masyarakat seperti Aliansi Masyarakat Islam (AMI), Front Pembela Islam (FPI), Mahasiswa Peduli Tebing Tinggi, dan sejumlah elemen lainnya.

Koordinator aksi, Firdaus menyebutkan, kedatangan mereka untuk menemui Ketua Pengadilan Negeri Tebing Tinggi Deli, untuk mencari kejelasan tentang dakwaan yang dituduhkan kepada Alvin Lehu.

“Kami datang untuk mendukung penegak hukum agar tidak diintervensi dan mau disogok uang. Hukum seumur hidup atau bila perlu hukum mati gembong narkoba Alvin Lehu itu,” ujarnya dalam orasinya.

Menemui langsung para pengunjuk rasa, Ketua Pengadilan Negeri Tebing Tinggi Deli MY Girsang mengawali jawabannya dengan mengucapkan rasa terima kasih terhadap semua elemen yang telah proaktif dalam melakukan pengawasan pelaksanaan peradilan hukum di wilayahnya.

“Dakwaan yang akan kita kenakan adalah Pasal 112 tentang penyalahgunaan narkoba dan Pasal 406 tentang pengerusakan. Hari ini sidang pertamanya akan kita gelar siang nanti”, terang Girsang.

Setelah puas dengan penjelasan yang disampaikan oleh Ketua Pengadilan, unjuk rasa yang mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian ini, akhirnya membubarkan diri.

Sementara itu, 3 Anggota Komisi III DPR RI, Junimart Girsang, Ruhut Sitompul dan Hasrul Azwar tampak hadir pada sidang perdana Alvin Lehu. Ketiganya mengakui kehadiran mereka pada sidang tersebut untuk menjalankan fungsi pengawasan.

Junimart dan Ruhut berharap agar Hakim dapat menjalankan tugasnya dengan baik, tidak terpengaruh terhadap upaya intervensi dari manapun, dan hendaknya Hakim menjatuhkan vonis setimpal dengan kesalahan Alvin Lehu.

Sebagaimana diketahui, Alvin Lehu semula ditangkap Sub Denpom Tebing Tinggi Sabtu 16 April 2016 karena dilaporkan merusak rumah warga. Namun saat petugas menggeledah, dari tubuh Alvin ditemukan narkoba jenis sabu seberat 19,6 gram, 60 butir pil ekstasi warna coklat , 2 butir warna biru, 13 butir warna hijau dan 9 lembar aluminium foil, 1 buah kaca pirex, dan uang Rp. 1.085.000. (Iss/Osran)

Sumber : BatakToday