2017 Rusun Pulogebang Jadi Destinasi Wisata

RadarOnline.id, JAKARTA – Rumah Susun (Rusun) Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur (Jaktim) akan dijadikan Destinasi Wisata. Bahwa pengelola rusun akan bersinergi dengan Perkampungan Industri Kecil (PIK) Penggilingan dan Rusun Komarudin.

Kepala Unit Pengelola Rusun (UPRS) Pulogebang, Ageng Darmintono menjelaskan, kedepannya Rusun Pulogebang sebagai Destinasi Wisata dan akan diprogramkan pada tahun 2017 mendatang. “Namun konsep penangananya dimulai dari sekarang,” ujar Ageng kepada RadarOnline.id, diruang kerjanya, Selasa (9/8/2016).

” Program Destinasi Wisata ini sebagai tindak lanjut program Pagar Ekonomi Rusun (PER) pada tahun 2016. Dimana PER ini memiliki empat pilar utama, yakni: ekonomi kreatif, kuliner, urban farming dan pengelolaan sampah terpadu di bawah naungan Koperasi Rusun (Korus),” terangnya.

” Ini adalah program pemberdayaan warga rusun berbasis Community Driven Development. Program empat sehat lima sempurna ini, masih pada tahap penguatan kelembagaan untuk mewujudkan rusun sebagai destinasi wisata.”

Ageng menambahkan, dalam pilar ekonomi kerakyatan, pihaknya akan memberdayakan warganya dengan program membatik dan kerajinan tangan souvenir. Saat ini Komunitas Batik Jakarta Timur (Kombanjati) sudah dalam tahap persiapan produksi batik khas rusun khusunya khas Jakarta Timur. Rencananya ini akan dilaunching pada September mendatang.

Kemudian untuk kuliner, pada tahun 2017 akan dibuat lokasi binaan dalam Program Rusun Impian Masyarakat (PRIMA) oleh Pemerintah Kota Jaktim. Kuliner unggulan di Rusun Pulogebang di antaranya adalah, Ayam Bakar Kalijodo, Nasi Uduk Kebon Kacang, Bubur Manado dan masih banyak lainnya.

“ Pihaknya akan merangkul Sudin Koperasi Usaha Kecil & Menegah Jaktim, dan sangat bermamfaat untuk penambahan PAD lewat retribusi daerah (Perda No. 1 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah No. 3 Tahun 2012 tentang Retribusi),” pungkasnya.

Sementara untuk pertanian kota, saat ini sudah terbentuk Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang sudah mulai produksinya. Terutama untuk bercocok tanam sayur mayur, sedangkan pengelolaan sampah terpadu juga sudah terbentuk bank sampah.

Dari empat pilar tersebut nantinya memerlukan pemasaran. “Untuk mewujudkan Destinasi Wisata ini kami akan bekerjasama dengan sejumlah pihak. Seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI, maupun sekolah-sekolah pariwisata yang ada di Jaktim,” papar Ageng.

” Jika hal ini sudah terwujud maka diharapkan orang tidak lagi perlu pergi keluar kota seperti ke Bandung, Jawa Barat. Cukup di wilayah Jakarta Timur, sebab apa yang ada di Bandung sebenarnya sudah komplit disini nantinya,” tutur Ageng. (Ranto Manullang)

NO COMMENTS