Halal Bihalal di Universitas Trilogi Jakarta

0
26

Jakarta, RadarOnline.id – Universitas Trilogi Jakarta mengadakan Halal Bihalal dalam rangka ajang silahturahmi memperingati hari Idul Fitri 1437 H antar sesama keluarga besar Univ.Trilogi Jakarta, pada Selasa (19/7/2016).

Acara yang dimulai dengan tradisi bersalam-salaman antar sesama Dosen, Staf, Mahasiswa, dan para pekerja di Univ.Trilogi kepada Rektor Univ.Trilogi Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, MSc. Hadir juga dalam acara ini Ketua Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (YPPIJ) dan Ketua Damandiri – Dr. Subiakto Cakra Werdaya, Ketua Dewan Pembina YPPIJ dan Damandiri- Prof.Dr. Haryono Suyono.

Halal Bihalal yang diadakan di Ruang Auditorium Univ.Trilogi yang di hadiri oleh Pipip A.Rifai Hasan, Ph.D yang memberikan Tauziah kepada para keluarga besar Univ.Trilogi dan para tamu undangan. Tema yang diusung dalam rangka Idul Fitri kali ini yakni ” Menjaga Silahturahmi Kembali Ke Fitri Untuk Kemajuan Bersama”.

Asep Saefuddin dalam kata sambutannya menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Prof.Dr Haryono Suyono selaku Dewan Pembina YPPIJ, Dr. Subiakto Cakra Werdaya selaku Ketua YPPIJ, Indra – Sekertariat YPPIJ, Dr. Ir. Ariessetyanto. MM Nugroho Rektor Univ. Mercubuana, dan Pipip A.Rifai Hasan pemberi tauziah yang merupakan teman Asep Saefuddin dibangku Sekolah Menengah Pertama.

” Halal Bihalal merupakan Khas Indonesia” jelas Asep Saefuddin.

Asep Saefuddin mengatakan Halal Bihalal ini merupakan khas Indonesia, kalau pulang kampung itu ternyata bukan khas Indonesia karena di Bangladesh juga ada pulang kampung waktu lebaran itu dan mereka naik kereta api sambil menutupi kereta api itu. Dan di negara-negara lain juga ada tradisi pulang kampung, tapi kalo Halal Bihalal cuma ada di Indonesia.

Prof. Dr. Haryono Suyono mengatakan salah satu program yang bisa kita andalkan untuk pengentasan kemiskinan adalah mahasiswa- mahasiswa ini memetakan mahasisawa yang ada di desa sehingga ketauan mahasiswa yang menjadi sasaran utama yakni keluarga miskin maupun keluarga yang sudah tidak miskin lagi yaitu menjadi sasaran pendamping bagi keluarga miskin. Kalau itu dikerahkan dengan baik dan seluruh SKPD memberikan bantuan kepada para mahasiswa yang membentuk pos-pos pemberdayaan di tingkat desa InsyaAllah tingkat kemiskinan bisa di turunkan. (Edison Munthe)