Pengembang Optimis THR dan Gaji Ke-13 Untuk DP Rumah

Depok, RadarOnline.id – Direktur PT Rolas Sapta Mandiri Abdul Khaer membenarkan, bahwa selama bulan puasa bisnis di sektor properti mengalami kelesuan, seperti juga ikut berpuasa. Jadi banyak faktor yang mempengaruhi lesunya bisnis properti. Maka bulan puasa bisnis perumahan ikut berpuasa. Tapi, saya yakin dengan adanya THR, gaji ke-13 dan 14 maka bisnis ini akan bergeliat.

“Namun kami optimis, bahwa konsumen akan melakukan transaksi uang muka pembelian rumah setelah adanya tunjangan hari raya (THR), gaji ke-13 dan 14,” ujarnya kepada wartawan kemarin di kantornya.

Menurutnya, bahwa selama ini masyarakat masih menahan diri untuk melakukan transaksi dalam pembelian perumahan. Salah satunya, kata Khaer, masyarakat mempersiapkan diri datangnya masa pendaftaran murid baru. Menurutnya, masa masuk sekolah akan membutuhkan biaya yang cukup tinggi untuk persiapan perlengkapan sekolah maupun memasuki sekolah baru.

” Faktor utama penyebabnya adalah daya beli masyarakat yang masih rendah. Meski harga rumah dibanjiri promo dan suku bunga rendah, namun konsumen masih belum mampu melakukan akad rumah,”tutur Khaer.

Khaer menambahkan, bahwa pihak perbankan juga telah berpihak di sektor properti.

Salah satunya dengan menurunkan suku bunga kredit kepemilikan rumah (KPR) dari sebelumnya rata-rata 10 % menjadi 9 %. Ia menilai Saat ini suku bunga KPR di Indonesia masih setara dengan Thailand, yaitu berada di kisaran 10-20%. Angka ini membuat Indonesia menjadi salah satu negara dengan suku bunga kredit tertinggi yang ada di Asean.

“Namun, Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah menargetkan bahwa suku bunga KPR untuk tahun 2017 tidak boleh lebih dari 7%. Dirinya berharap dengan berpihaknya perbankan, daya beli masyarakat bisnis perumahan semakin meningkat. Maka dari itu masyarakat yang punya THR, gaji 13 dan 14 jangan ragu lagi segera buat DP rumah,” imbuh pengembang yang juga Direktur Perumahan Griya Bukit Mas itu.(Maulana Said)

NO COMMENTS