Kapal Peneliti Sandar di Dermaga Lantamal VI

0
72
KRI SPICA - 934 (Dok. Kadispen Lantamal VI Kapt Laut (KH) Suparman Sulo)

RadarOnline.id, MAKASSAR – Kapal Republik Indonesia (KRI) Spica – 934 adalah Kapal peneliti serbaguna tercanggih milik TNI Angkatan Laut sandar di dermaga layang Mako Lantamal VI, Senin (04/7), KRI berjenis OSV (Oceanographic Offshore Support Vessel) atau BHO (Bantu Hidro Oseanografi) sandar usai melaksanakan operasi militer selain perang survey dan pemetaan bawah laut di Toli-Toli Sulawesi Tengah. KRI SPICA – 934 rencana akan berada di Makassar hingga tanggal 7 Juli 2016.

Kapal survey KRI Spica-934 dilengkapi dengan robot canggih yang mampu menjelajah di dalam laut kedalaman dan automatis mendeteksi seluruh objek disekitarnya. KRI Spica-934 dirancang sesuai dengan karakteristik laut Indonesia dan dapat melaksanakan tugas-tugas seperti survey Hydrography, survey Oceanography, Survey Geographisical dan termasuk survey ikan.

Diketahui KRI Spica-934 merupakan kapal yang terbilang baru karena baru di serahkan oleh Menteri Pertahanan yang diwakili oleh Sekjen Kemhan Laksdya TNI Widodo kepada Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi bulan Maret lalu yang kemudian dipergunakan untuk memperkuat armada Dinas Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Dishidros).

Kapal ini pembangunannya dilaksanakan oleh galangan kapal OCEA di Perancis. KRI Spica dengan nomor lambung 934 akan memperkuat kapal survey lainnya yang dimiliki Dinas Hidro-oseanografi TNI Angkatan Laut. KRI Spica dirancang sesuai dengan karakteristik laut Indonesia.

Seperti KRI Dewa Kembar-932, KRI Louser-924, KRI Pulau Rote-721, KRI Pulau Romang-723, KRI Pulau Rempang-729, KAL Aries dan KAL Vega, dalam menyelenggarakan pembinaan fungsi dan pelaksanaan kegiatan Hidro-oseanografi yang meliputi survei, penelitian, pemetaan laut, publikasi, penerapan lingkungan laut dan keselamatan navigasi pelayaran baik untuk kepentingan TNI maupun umum.

Kapal ini juga dilengkapi dengan persenjataan mitraliur kaliber 20 mm dan kaliber 12,7 mm. KRI ini merupakan kapal survei dan pemetaan yang cukup canggih karena dilengkapi dengan peralatan survei hidro-oseanografi terbaru yang dapat digunakan untuk pengumpulan data sampai dengan laut dalam.

Sedangkan KRI Spica resmi diuncurkan 3 Agustus 2015 lalu dari Les Sables d’Olonne Perancis. KRI Spica-934 memiliki panjang 60 meter ditenagai dua mesin diesel 8V 4000 M53 untuk dua propeller. Kapal ini dapat melaju hingga kecepatan maksimum 14knots.

Sementara untuk jarak jelajahnya mencapai 4.400 nautical mile pada kecepatan 12 knots. Kapal ini mampu menghadapi gelombang laut sampai level sea state six. KRI Spica-934 dapat menampung 30 awak dan 16 personel tambahan.

Kapal BHO terbaru TNI AL ini mampu berlayar terus-menerus selama 20 hari. Secara asasi KRI Spica-934 berfungsi sebagai kapal riset dan survei, namun demikian juga dapat menjalankan peran sebagai kapal patroli, sebab KRI Spica-934 dibekali meriam PSU Rheinmetall kaliber 20 mm pada haluan, serta dua pucuk SMB (senapan mesin berat) M2HB kaliber 12,7 mm di geladak buritan. (Bachtiar Barisallang)