Kasi Pidsus Kejari Surabaya Pantau Proyek Saluran Nginden

Surabaya, RadarOnline – Proyek Saluran Tipe B Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan yang berada di Jl. Nginden Barata Jaya surabaya dengan nilai kontrak Rp. 630.937.000, terkesan tak terurus. Hal ini diduga CV.Brilian Nusantara yang dipercaya untuk menggarap proyek tersebut, ada dugaan penyimpangan anggaran dalam pembangunan yang menelan biaya anggaran APBD tahun 2016, tersebut

Tampak pembuatan Direksi Keet yang terkesan asal asalan dan tanpa Papan Nama proyek yang terpasang, menambah kecurigaan anggaran yang diselewengakan semakin kuat, dan warga sekitar mempertanyakan pembangunan proyek tersebut sesuai Spek atau tidak. “Harusnya papan nama terpampang,” ujar warga sekitar proyek.

Ditambah kuranganya sistem K3

Harusnya menurut Ahli Magister Teknik Sipil ITS, standart pekerjaan harus ada landasan dan tanah harus dalam keadaan kering, disitu juga ada pasir atau sirtu yang diratakan sebelumnya.

“Landasan merupakan kekuatan beban kendaraan berjalan tekanan atas ke bawah tegangan sigma tanah beban kendaraan 0,49 ton m2 berbeda dengan kendaraan yang lagi berhenti 0,85 ton m2, kita tinggal test saja nanti ” ungkapnya

Terkait hal itu, Yani selaku kontraktor proyek memaparkan memang tidak ada terucuk didalam RAB proyek, pekerjaan sudah sesuai aturan, untuk menambahkan padatan sirtu 10 cm sebelum rabatan tidak ada, hanya rabatan saja,

“Pada saat itu masih dalam keadaan berair,” tegas Yani.

Selain itu, padatan sirtu samping box kanan kiri terkesan ables, saat terinjak mendekati boxcover nampak bekas galian telah dijadikan satu dengan padatan pasir dan batu kanan kiri, sisi kanan dan kiri boxcuver untuk sementara diberikan padat pasir bekas galian. “Nantinya kami bisa menambahkan pasir dan batu untuk padatan samping kanan kiri kalau sudah selesai semua,” pungkasnya

Terkait adanya dugaan penyimpangan proyek tersebut, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Roy Rovalino dari kejaksaan negeri Surabaya, meminta data proyek tersebut, kalau proyek masih tahap pengerjaan biarkan sampai selesai dulu ada mekanisme dan aturannya mas. “Tunggu saya pulang Umroh ya,” ucap Roy melalui telepon Selulernya. (Harifin)