Hakim Vonis Hariyono dan Maddasir 20 Tahun Penjara

RadarOnline.id, SURABAYA – Sidang kasus pembunuhan dan penganiayaan terhadap Salim Kancil, aktivis Forum Petani Anti-Tambang asal Desa Selo Awar-awar, Pasirian, Lumajang, yang tewas dikeroyok puluhan orang pro-tambang pasir illegal, pada Sabtu (26/9/2015) lalu, dan Tosan, korban yang berhasil selamat setelah mendapat perawatan di rumah sakit di Malang, Jatim, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (23/6).

Majelis Hakim PN Surabaya yang dipimpin oleh Jihad Arkanudin dengan anggota Efran Basuning dan I Wayan Sosiawan menjatuhkan vonis 20 tahun penjara kepada dua terdakwa dalam kasus pembunuhan dan penganiayaan Salim Kancil, yakni Hariono dan Maddasir. Kedua terdakwa ini merupakan mantan Kades Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

“Menghukum Terdakwa Hariono dan Maddasir dengan hukuman penjara 20 tahun,” tegas Hakim Jihad, saat membacakan sidang Putusan di PN Surabaya, Kamis (23/6).

Hariyono dan Maddasir hadir di sidang Putusan dengan didampingi kuasa hukumnya. Dan turut hadir pula, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Naimullah.

Dalam pertimbangan hakim, sebagaimana diuraikan Ketua Majelis Hakim Jihad Arkanudin, kedua terdakwa ini terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan telah melakukan perencanaan pembunuhan. Hal itu diperkuat dengan keterangan saksi dan barang bukti di persidangan. Hariyono dan Maddasir terbukti melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Menanggapi putusan majelis hakim atas vonis 20 tahun penjara yang dijatuhkan kepada Hariyono dan Maddasir. Dimana dalam tuntutan sebelumnya, Jaksa menuntut kedua terdakwa dengan hukuman penjara seumur hidup, baik jaksa maupun terdakwa melalui pengacaranya menyatakan pikir-pikir.

“Kami masih pikir-pikir majelis,” kata Jaksa Naimullah, diruang sidang PN Surabaya.(Harifin)

NO COMMENTS