Ditegur Hakim, Grup Band Radja Malah Slengekan

Inilah suasana sidang Grup Band Radja atas kasus hak cipta dengan rumah karaoke Happy Pupply di PN Surabaya, Selasa (21/6/2016). (Foto : harifin/dok.radaronline)

Surabaya, RadarOnline – Dianggap sering melantur dalam menjawab setiap pertanyaan, saksi dari grup band Radja atas kasus hak cipta dengan rumah karaoke Happy Puppy, kerap mendapat teguran dari hakim. Bukannya tambah serius, saksi Radja malah terkesan slengekan usai mendapat teguran.

Kesan inilah yang terjadi dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (21/6/2016). Dalam sidang kemarin, gitaris grup band Radja, Moldyansyah Kusnadi dan Muhammad Fajar, bersaksi untuk perkara hak cipta yang dilaporkannya. Ia datang bersama vokalis Radja, Ian Kasela, dan beberapa orang dari manajemennya.

Dalam sidang, Moldy sempat terlihat grogi saat memberikan kesaksiannya. Bahkan, untuk menutupi rasa groginya, ia kerap membolak-balik berkas yang dibawanya, hingga akhirnya ditegur oleh hakim.

” Sudah, anda jangan bolak-balik berkas dulu. Perhatikan sidang dulu,” tegur Ketua Majelis Hakim, Hariyanto.

Sidang pun berlanjut. Moldy dicecar pertanyaan kembali oleh kuasa hukum bos Happy Puppy, Santoso, Sahat Sidabuke. Dalam kesaksian tersebut, Sahat mempertanyakan metode temuan Moldy terkait dengan lagu-lagu yang dipersoalkan.

Hal ini pun langsung dijawab Moldy jika bukan dirinya lah yang menemukannya. Namun, orang kepercayaannya lah yang menemukan lagu-lagu yang diakuinya bermasalah. “Jadi orang kepercayaan saya ini lah yang menemukan, bukan saya sendiri. Lagu-lagu itu masu dalam list karaoke di tempat karaoke tersebut. Dan ini lah yang saya persoalkan,” ujarnya, sembari buru-buru terdiam karena ditegur hakim lagi.

“ Anda hanya menjelaskan apa yang ditanyakan saja ya. Jangan jawab yang lain,” tegur Hakim kedua kalinya.

Moldy menjawab teguran hakim dengan candaan. “Maklum, anak muda menggebu-gebu. Saya muda, lebih muda dari bapak hakim,” katanya.

Sahat kembali menyampaikan bahwa lagu-lagu Radja yang diputar di rumah karaoke Happy Puppy semuanya dari KCI. Melalui KCI pula royalti Radja dibayarkan oleh kliennya. Pihaknya yakin tidak bersalah karena selama ini begitulah mekanismenya.

Rumah karaoke berurusan dengan organisasi pemegang resmi lagu, bukan langsung dengan penyanyi atau grup band pemilik lagu. “Rumah karaoke hanya berurusan dengan KCI, termasuk pembayaran royalti penyanyi atau bandnya. Jadi apa yang disampaikan Radja itu terlalu mengada-ada,” kata Sahat.

Seperti diketahui, perkara ini bermula ketika Ian Kasela melaporkan lima rumah karaoke ke Mabes Polri. Rumah karaoke itu ialah NAV, Inul Vizta, Charlie Family, Happy Puppy, dan DIVA. Ian sendiri dilaporkan balik oleh Happy Puppy ke Polda Jatim dengan tudingan pemerasan. Di Polda, Ian juga tak pernah hadir saat dipanggil. (Harifin)

NO COMMENTS