Radja Tak Serius, Sidang Ditunda

0
7

(Foto : hr/dok.radaronline)

Surabaya, RadarOnline – Keseriusan grup band Radja untuk menyelesaikan kasus yang menjerat dua bos karaoke Happy Puppy dan NAV, kembali dipertanyakan. Sebab, setelah sempat mangkir dua kali, sidang kembali ditunda lantaran hanya 1 pelapor saja yang akhirnya hadir.

Penundaan terhadap sidang kasus hak cipta ini lah yang terjadi pada Selasa (14/6) kemarin. Ketidak hadiran dua dari tiga pelapor ini lah yang mendapatkan protes keras dari salah satu kuasa hukum Santoso, bos Happy Puppy, Sahat M Sidabuke. Ia menyatakan, dalam kasus ini ada tiga orang pelapor yang melaporkan kliennya.

Namun, hanya satu orang saksi pelapor saja yang hadir, yakni Moldyansyah, gitaris grup band Radja, sedangkan dua pelapor lainnya tidak hadir dengan alas an tidak jelas. “Kita minta agar sidang lebih efektif, ketiga pelapor dihadirkan,” protes Sahat.

Menanggapi hal itu, Ketua Majelis Hakim Hariyanto pun mengabulkan permintaan kuasa hukum terdakwa. Persidangan pun langsung ditunda hingga pekan depan. Sebelum meninggalkan tempat, hakim meminta pada pelapor Moldy agar hadir ke persidangan tanpa surat pemanggilan lagi.

Permintaan hakim ini pun langsung ditanggapi Moldy. Dalam wawancara terpisah, Moldy mengaku siap hadir jika pada saat itu sedang tidak dibutuhkan masyarakat. “Kami ready saja ketika tidak ada panggilan dari masyarakat,” ujarnya.

Disinggung mengenai panggilan masyarakat seperti apa yang dimaksud, ia mencontohkan tampil menghibur masyarakat adalah salah satu panggilan yang dimaksud. Jadi kami memang harus memilih, mementingkan panggilan masyarakat atau pribadi

Sidang yang sama juga terjadi pada saat terdakwa bos NAV, Ahmad Budi Siswanto. Dalam sidang tersebut, hakim terpaksa menunda sidang, lantaran hanya satu pelapor saja yang menghadisiri persidangan.

Seperti beritakan sebelumnya, perkara ini bermula ketika Ian Kasela melaporkan lima rumah karaoke ke Mabes Polri. Rumah karaoke itu ialah NAV, Inul Vizta, Charlie Family, Happy Puppy, dan DIVA. Ian sendiri dilaporkan balik oleh Happy Puppy ke Polda Jatim dengan tudingan pemerasan. Di Polda, Ian juga tak pernah hadir saat dipanggil. (Harifin)