Mimpi Warga Miliki Tanah Katajek

(Foto: hs/dok.radaronline)

Jember, RadarOnline – Tanah Katajek yang berbatasan langsung dengan milik Perhutani masih menjadi perbincangan warga di Kecamatan Panti. Para tokoh terus berjuang berusaha mewujudkan mimpi warga Kecamatan Panti untuk memiliki dan mengelola tanah Katajek.

Luas tanah sekitar 1200 Hektar menurut para tokoh yang memperjuangkan tanah Katajek, diharapkan mampu memberikan kesejahteraan warga yang berada di Kecamatan Panti. Perjuangan warga untuk memiliki dan mengelola tanah bertaruh dengan nyawa, seperti yang dikatakan Asmo/P.Waroh sepekan yang lalu pada tahun 1999 ada 2 tokoh pejuang tanah yang tewas di tembak di lokasi saat berusaha menguasai tanah Katajek.

Pelaku penembakan masih menyimpan misteri, siapa Aktor yang harus bertanggung jawab terhadap tokoh yang tewas dilokasi tanah katajek ?, Menurut warga sudah 43 tahun mereka memperjuangkan untuk memiliki tanah Katajek, awal dimulai pada tahun 1972.

Asmo tokoh yang paling getol memperjuangkan tanah Kkatajek mengungkapkan awal mula tanah Katajek merupakan tanah warga Desa yang berada di Kecamatan Panti. Asmo berharap ada ketegasan yang dilakukan pihak Pemerintah untuk menyerahkan tanah kepada Ahli waris, agar warga bisa mendapatkan kesejahteraan.

Istri Asmo saat didatangi kekediamannya 3 hari yang lalu di Desa Pakis menyampaikan sebelum tanah katajek terjadi sengketa dia memilik lahan seluas 2 Hektar, tapi kini dia tidak bisa lagi mengelola lahan. (Husnul/Diq)