RZ Hadiri World Humanitarian Summit di Turki

Jakarta, RadarOnline – RZ (Rumah Zakat) mengirimkan 2 orang delegasi untuk menghadiri World Humanitarian Summit (WHS) di Istanbul, Turki, Jum’at (20/5/2016) kemarin. Nur Efendi selaku Chief Executive Officer (CEO) RZ dan Branata selaku Overseas Division Head RZ menjadi perwakilan Indonesia untuk menghadiri pertemuan tingkat dunia yang akan berlangsung mulai Senin (23/5/2016) hingga Selasa (24/5/2016).

WHS merupakan pertemuan tingkat tinggi para pemimpin organisasi kemanusiaan dari berbagai negara di dunia. Sekretasi Jenderal PBB (Perserikatan Bangsa-Bansga) Ban Ki-moon menginisiasi WHS ini setelah 70 tahun kiprahnya di PBB. Hal tersebut dipicu oleh meningkatnya jumlah konflik di berbagai belahan dunia, menyebabkan banyaknya penduduk yang harus kehilangan tempat tinggal bahkan bermigrasi melintasi perbatasan negaranya.

Ada lima tanggung jawab global yang diusung menjadi agenda utama WHS, yakni pencegahan dan penghentian konflik, penghormatan terhadap aturan-aturan perang, pemberian prioritas pertolongan pada semua orang tanpa kecuali, pelaksanaan program kerja yang unik dan berdampak, serta penanaman investasi untuk kemanusiaan. Forum ini menjadi salah satu upaya dalam menciptakan keamanan, kehormatan, dan hak untuk bertahan hidup bagi seluruh umat manusia serta menjadi landasan pengambilan keputusan secara global.

“Sebagai salah satu lembaga filantropi di Indonesia, peran serta RZ dalam WHS menjadi bagian dari aksi nyata tentang komitmen untuk berkontribusi bagi kemanusiaan secara global. Berbagai inisiatif kemanusiaan ini sudah kita mulai, diantaranya dengan mendistribusikan bantuan kemanusiaan ke manca negara. Seperti saat bencana gempa di Nepal beberapa waktu lalu, bahkan hingga Suriah yang tengah dirundung konflik hingga saat ini,” ujar Nur Efendi.

Nur Efendi juga berharap melalui forum ini, RZ bisa membangun jejaring dan sinergi dengan stakeholder internasional. “Forum WHS menjadi salah satu jalan bagi RZ agar semakin banyak kontribusi yang bisa diaplikasikan untuk mengatasi berbagai konflik, bencana, serta isu kemanusiaan lainnya di Indonesia dan dunia,” ujarnya. (Ren/Ran)