Clipan Finance Terapkan Aturan Sepihak

0
303

RadarOnline.id, TANGERANG – PT. Clipan Finance Indonesia Cabang Karawaci yang berlokasi dikompleks Victoria Park Residence Blok A2 No. 50 Bojong Raya, Kota Tangerang tampaknya menerapkan aturan sepihak yang tidak sesuai dengan perjanjian kontrak atau pembiayaan konsumen dengan nomor 81402121511 tertanggal 23 Februari 2015 atas nama Sadelih sebagai konsumen untuk satu unit Kendaraan Toyota Avanza New 1.5 Tahun 2009 warna silver.

Sadelih sebenarnya hanya atas nama atau dipinjam data oleh Novi (atas saran Sadelih) adapun yang melakukan pembayaran setiap bulanya adalah Novi, seiring berjalanya waktu ternyata pembayaran untuk cicilan kendaraan tersebut tidak berjalan dengan lancar, terjadi tunggakan pembayaran mulai dari bulan Februari, Maret dan April, dan tepatnya tanggal 2 Mei 2016 kendaraan tersebut diambil paksa oleh Debt Kolektor dari rumah Novi dengan cara memanggil tukang Duplikat Kunci dan mengambil baterei (Aki) dari dalam rumah Novi, disaksikan oleh Sadelih.

Menurut keterangan Novi, keesokan harinya setelah mobil diambil paksa oleh kolektor, Novi melakukan Pembayaran melalui transfer untuk tiga bulan cicilan yang menunggak tersebut, dan ia berharap mobil tersebut sudah bisa diambil untuk dipake kembali. Namun ketika mendatangi kantor Clipan Finance, Nana sebagai pegawai Clipan mengatakan, mobil tidak bisa dilanjutkan kembali kreditnya.

“Kalau mau ya harus pelunasan, dan ini sesuai dengan keputusan dari kantor pusat,” ujar Nana, kepada radaronline.id yang ikut menemani Novi. “Lagi pula konsumen kami adalah Sadelih bukan bapak bapak ini. Jadi, tidak perlu saya tanggapi,” terangnya.

Tepatnya, Selasa (17/5), Novi bersama dengan Sadelih yang didampingi oleh orangtua Novi kembali mendatangi kantor Clipan Tangerang, lagi – lagi Nana dengan tegas mengatakan kredit atas nama Sadelih tidak bisa dilanjutkan atau di take over. “Opsi yang ada hanya pelunasan, dan berkasnya sudah ada dikantor pusat. Namun, uang cicilan yang 3 bulan yang transfer ke rekening Clipan sudah masuk tapi tidak bisa di input,” ujarnya.

Menanggapi permaslahan tersebut diatas, Baston Tinambunan SH., selaku Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Paragon (YLPKP) berkomentar apa yang dilakukan oleh kolektor Clipan Finance sudah masuk ranah pidana. “Dan itu sudah bisa dilaporkan,” ujarnya, kepada radaronline.id, ketika dihubungi melalaui telepon selulernya, Selasa (17/5).

Baston menambahkan, memang benar perjanjian kredit atas nama Sadelih, tapi yang melakukan pembayarankan Novi, dan mobil diambil dari rumah Novi bukan rumah Sadelih. “Jelas ini sudah pidana apalagi tidak disaksikan oleh pemilik rumah,” tegas Baston.

Masih menurut Baston, sebenarnya Konsumen sudah diberikan sanksi yaitu denda untuk setiap keterlambatan pembayaran cicilan, dan tidak ada alasan bagi pelaku usaha dalam hal ini Clipan, untuk tidak memberikan konsumen untuk melanjutkan kreditnya, selagi konsumen tersebut masih bersedia melanjutkanya, PT. Clipan Finance Indonesia ini sudah memberlakukan aturan secara sepihak dengan mengabaikan hak – hak konsumen. “Dan menurut hemat saya tidak ada dalam perjanjian kontrak yang menyebutkan kalau terjadi keterlambatan 3 bulan mobil atau unitnya ditarik dan harus dilakukan pelunasan, ini hanya akal akalan Clipan aja,” terang Baston. (Rodi Sitio)