Nasabah Bank Mega Syariah Mengeluh Soal Muqasah

(Foto : dok.radaronline)

Jember, RadarOnline   –    Buyati Sariyatini,  warga Desa Karangrejo Kecamatan Sumbersari mengeluhkan tentang muqasah pelunasan kepada PT. Bank Mega Syariah.  Pasalnya, pihak bank dianggap mempersulit pembayaran pelunasan atas tanggungan dengan jaminan Akta Tanah.

Pada tanggal 15 Maret 2013, Buyati menerima surat dari PT. Bank Mega Syariah  untuk segera menyelesaikan sisa muqasah sebesar Rp. 10 juta dengan tempo waktu sampai dengan tanggal 15 Agustus 2013 dari persetujuan muqasah sebesar Rp. 30 juta. Sebelum jatuh tempo Buyati mendatangi kantor PT Bank Mega Syariah KCP Tanjung di Jalan Tunojoyo  berniat melunasi sisa tanggungan  dengan membawa uang sebesar Rp. 4 juta dari sisa pembayaran yang sudah diangsur oleh Buyati.  Tapi, sesampai dikantor dia merasa dipersulit untuk melunasi untuk mengambil jaminan atas pinjaman.

”  Waktu itu saya sudah datang ke Bank Mega untuk melunasi tanggungan, tapi sesampai disana malah disuruh menunggu.  Hefi Yudianto selaku Collector Supervisor yang tak kunjung datang sampai sore hari, begitu juga dengan esok harinya malah salah satu staf Bank Mega menganjurkan untuk melaporkan hal ini.  Saya merasa telah dipermainkan dan dirugikan,’’  kata Buyati, kepada RadarOnline, Senin  (9/05/16).

Tanggal 2 Agustus 2014,  Buyati kembali datang membayar sisa tanggungan, tapi pihak Bank tidak bisa memberikan jaminan dikarenakan sudah jatuh tempo muqasah.

Rizal Candra Puspita selaku Menejer PT. Bank Mega Syariah KCP Tanjung mengatakan persetujan potongan/muqasah ada batas waktu. “Jika persetujan potongan yang sudah disepakti tidak terbanyar, maka muqasah hangus. dana yang sudah masuk mengurangi sisa pokok yang sudah di muqasah,” katanya.

Rizal menambahkan jika Nasabah ingin kembali mengajukan muqasah, maka kami pihak Bank siap membantu.  Muqasah adalah pengajuan keringanan dari pokok tanggungan. “Dan itu sudah menghapus denda dan bunga,” jelas Rizal.

Awal mula sebelum muqasah, Buyati mengajukan pinjaman kepada pihak Bank sebesar Rp. 15 juta, kemudian, 12 cicilan berjalan Buyati menambah pinjaman Rp. 40 juta dengan melunasi pinjaman awal. Dari Rp. 40 juta Buyati menerima sisa  Rp. 13 juta dari pihak bank.  Kini, tanggungan  sisa hutang pokok dan bunga yang harus dibayar oleh Buyati  sebesar Rp.  34 juta sesuai dengan penyampaian Hefi  dan Rizal saat dikantor KCP Tanjung.    (Husnul /Diq).

NO COMMENTS