Kepsek SMPN 1 Bosar Maligas Diduga Kantongi Dana BOS

0
17

(Foto : dok.radaronline)

RadarOnline, SIMALUNGUN  –   Dunia pendidikan di Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara (Sumut) sangat memprihatinkan, melihat pembangunan gedung maupun kamar kecil (toilet) disetiap sekolah krisis keberadaannya dan dapat membahayakan bagi siswa/siswi maupun guru pengajar akibat gedungnya tidak pernah dirawat.

Salah satunya gedung SMP Negeri 1 Bosar Maligas berdomisili di Jalan Kapten Kahar Sinaga No. 1 Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun.  Gedung yang tidak terawat, saluran air/parit yang rusak, PAM Air tidak lancar hal ini menjadi rapot merah bagi kepala sekolah.

Sekolah yang memiliki jumlah sebanyak 331 siswa sehingga mendapatkan dana BOS yang cukup besar dengan total dana BOS 331 juta pertahun, namun dana ini menjadi pertanyaan bagi orangtua murid.

Sementara dana BOS yang cukup besar, namun masih ada pungutan uang pembangunan setiap ajaran baru yakni terhitung dari tahun 2010/2011 hingga 2013/2014 pihak sekolah mengutip uang pembangunan sebesar Rp 100 ribu persiswa dengan jumlah yang berbeda setiap kelas. “Uang pembangunan masih dikutip pihak sekolah, padahal sekolah Negeri sudah dilarang untuk melakukan pungutan/kutipan,” kata orangtua murid yang tidak mau dikeahui identitasnya, Kamis (14/04/2016) lalu.

” Untuk tahun ajaran 2015/2016 ini, sempat di kutip uang pembangunan. Tetapi masyarakat komplen sehingga uang itu dikembaliakan, dan pengembalian uang itupun dipotong 50 ribu untuk dana asministrasi,” tandasnya.

” Kami ingin mengetahui apa saja yang di bangun dari dana BOS, apakah masuk kantong Kepala Sekolah dan Bendahara?” ucapnya.

Saya juga mengetahui pernah ada dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) untuk siswa rata-rata sebesar Rp 750 ribu, itupun tidak sepenuhnya diberikan kepada siswa. “Lagi-lagi pihak sekolah memotong atau menyunat dana tersebut,” paparnya.

Saat radaronline.id mencoba konfirmasi Kepala Sekolah SMPN 1 Bosar Maligas enggan ditemui. “Bapak sedang rapat di KUPTD,” kata Sitompul.

Setelah dikroscek dari seorang murid SMPN 1 Bosar Maligas, bahwa Bapak ada dikantor. “Itu mobil hitam Innova Kepala Sekolah, berarti Bapak Kepala Sekolah ada dikantornya,” ucap siswa kelas VII yang sedang duduk di pohon beringin.

Kuat “Diduga” bahwa dana BOS masuk kantong pribadi Kepala Sekolah, menurut hemat kami tidak ada perubahan pembangunan yang digunakan dari dana BOS. (Ranto Manullang)