Putra Unikom Pertahankan Gelar LIMA Badminton WJC

0
9

Bandung, RadarOnline    –    Tim bulu tangkis putra Universitas Komputer Indonesia (Unikom) kembali berhasil pertahankan gelar LIMA Badminton Blibli.com West Java Conference setelah kalahkan tim Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), 3-1 pada laga final yang dihelat di GOR Lodaya, Bandung, Minggu (17/4/2016).

Sebelumnya, di laga semifinal, tim UPI berhasil mengalahkan tim Universitas Padjadjaran (Unpad) dengan skor 3-0, sementara tim Unikom meraih kemenangan atas STKIP, 3-1.

Pertandingan final ini merupakan laga ulangan musim lalu yang mana putra Unikom mampu keluar sebagai pemenang.

Kalah di Parta Awal

Di partai pertama, penampilan unggulan tunggal putra Unikom, Zulfikar Aziz Hidayat, harus mengakui kemenangan Cecep Muhammad Alawi usai dikalahkan melalui drama rubber set, 21-7, 15-21 dan 11-3.

Cecep langsung tampil impresif di set pertama. Pemain berusia 20 tahun tersebut,  tidak memberikan kesempatan bagi Hidayat untuk memimpin poin. Hasilnya, di set pertama ini, Cecep mampu menang mudah dengan selisih 14 poin.

Memasuki set kedua, Hidayat yang tampil kurang baik di set pertama giliran mendominasi set kedua ini. Di awal set kedua ini, kedua pemain sempat saling balas menciptakan poin. Namun, ketika poin sama kuat 3-3, penampilan Cecep terlihat mulai menurun. Sejumlah pukulan yang dilancarkan Hidayat tak mampu dibendung pemain kelahiran Bandung tersebut. Hasilnya, di set kedua ini, Hidayat mampu mengambil alih dengan kemenangan 15-21.

Hasil imbang memaksa pertandingan melakoni rubber set guna mencari pemenang pada partai ini. Di set penentu ini, Cecep kembali tampil mengesankan. Smes keras dan penempatan bola yang mematikan kembali ditunjukkan Cecep, sementara Hidayat kembali terlihat kesulitan dengan sering kali melakukan kesalahan sendiri. Akhirnya, pada laga ini Cecep mampu meraih kemenangan usai menyudahi laga dengan poin 11-3.

Bagus dan Hadiyat Bawa Unikom Imbang

Di partai kedua, unggulan partai ganda Unikom, Bagus dan Hadiyat mampu membawa timnya imbang setelah mengalahkan ganda putra UPI, Setia dan Fiki dengan dua set langsung. Pada laga yang berdurasi 21 menit tersebut Bagus/Hadiyat menyudahi laga dengan skor 21-13, 21-14.

Kekalahan di partai pertama, membuat anak asuh Coach Aryanto langsung bangkit di nomor ganda ini. Set pertama baru dimulai, Bagus/Hadiyat langsung melesat dengan terus mencetak poin. Hasilnya, di set pertama ini, Bagus/Hadiyat mampu unggul dengan poin 21-13.

Di set kedua, permainan apik unggulan ganda putra Unikom tersebut kembali tersaji. Kerjasama Bagus/Hadiyat lagi-lagi terlihat terus merepotakan Setia dan Fiki. Bahkan, di set kedua ini, pasangan UPI tersebut tidak diberi kesempatan untuk memimpin poin. Akhirnya, pada partai kedua ini tim Unikom mampu menyamakan kedudukan usai Bagus dan Hadiyat kembali meraih kemenangan di set kedua ini dengan skor 21-16.

Keadaan berbalik saat laga ketiga yang mempertandingkan partai tripel. Apid/Ivandi/Tomi yang dipercaya Coach Aryanto berhasil bawa tim Unikom unggul 2-1. Berhadapan dengan trio UPI yang diperkuat oleh Ade/Deris/Dani, Apid.dkk berhasil meraih kemenangan dengan dua set langsung, 21-18, 21-18.

Muhammad Hadiyat Jadi Penentu Kemenangan Unikom

Partai final ini semakin menarik saat kedua tim melakoni laga keempat yang mempertandingkan partai tunggal putra kedua. Unikom yang telah meraih kemenangan, berusaha mengambil partai ini untuk langsung meraih predikat juara, sementara UPI berambisi mengambil alih partai ini dan berharap pertandingan ditentukan lewat ganda kedua.

Namun, ambisi UPI untuk merebut juara LIMA Badminton Blibli.com West Java Conference dari Unikom di musim ini, harus kandas ketika tunggal putra kedua mereka, Rifky, menyerah dengan dua set langsung atas Muhammad Hadiyat. Bermain selama 25 menit, Muhammad Hadiyat berhasil meraih kemenangan dengan skor 21-8, 21-16.

“Para pemain bermain bagus pada laga ini. Kerjasama dan tampil maksimal membuat mereka akhirnya bisa kembali mempertahankan gelar juara, dan saya pikir ini memang hasil yang pantas untuk mereka dapatkan. Menghadapi LIMA nasional, saya akan persiapkan tim lebih matang lagi terutama dari segi strategi dan kesiapan pemainnya sendiri,” ujar Coach Ariyanto, pelatih putra UPI.

Sementara itu, kegagalan kembali putra UPI di partai final ini ditanggapi oleh Ahmad Saepul Azahri, pelatih UPI karena faktor kurang siapnya kondisi pemain terutama dari fisik.

“Saya menilai para pemain tadi bermain sudah cukup baik, tapi kondisi kurang baiknya kondisi fisik membuat mereka kembali harus gagal di partai final ini. Namun, ini bukanlah akhir tujuan kami karena masih ada babak LIMA nasional. Setelah ini, saya akan persiapkan tim dengan program-program latihan yang lebih intens lagi,” ujarnya.

Meski kalah pada laga ini, tim putra UPI akan kembali berlaga di babak LIMA Badminton Nationals bersama dengan Unikom dan Unpad yang secara mengejutkan mampu mengalahkan STKIP Pasundan di perebutan tempat ketiga. LIMA Badminton Nationals nantinya akan diselenggarkan di Surabaya pada 3-7 Agustus 2016. Namun, sebelum menghelat laga tersebut, LIMA Badminton terlebih dahulu menyelenggarakan LIMA Badminton Centra Java and Yogyakarta Conference yang akan berlansung di Yogyakarta 25-29 April 2016.   (PrLm/Ran)