Sudin Pendidikan Wil I Jaktim Selenggarakan Workshop Pencairan Dana KJP

Jakarta, RadarOnline    –   Workshop tentang pencairan dana Kartu Jakarta Pintar ( KJP) di selenggarakan oleh Sudin Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Timur bertempat di Ruang Serbaguna Walikota Jakarta Timur,  Senin ( 11/4/2016).

Acara tersebut dihadiri oleh Deasy selaku Kasubag TU Sudin Pendidikan Wilayah 1,  Aston selaku Kasei kurikulum SMP, Budiarti selaku Kasei Kurikulum SMA, Suharso UPT P6 Dinas Pendidikan DKI Jakarta, M.Hupni Mewakili Sudin Pendidikan Wilayah 1 Jaktim, Waris dari Bank DKI, para pengawas dan para kepala sekolah SD, SMP, SMA, SMK, MA, MI, MTS baik negri maupun swasta.

Suharso dalam keterangannya menjelaskan bahwa tujuan diselenggarakan workshop ini adalah agar para kepala sekolah dari jenjang SD,SMP,SMA itu memahami terkait apa sih KJP itu?,  kegunaan untuk apa?, larangannya untuk apa?, jadi pointnya adalah agar kepala sekolah tadi memahami terkait KJP.

“Jika ada laporan terkait penyalah gunaan KJP itu harus di klarifikasi dan ditindak lanjuti, jangan sampai peserta didik yang menurut Pergub no.174 tahun 2015 harus diajukan jangan sampai tertinggal,” terang Suharso.

“Kedepannya kita berharap mudah-mudahan akan lebih baik lagi dan penyalah gunaan KJP bisa di minimalisir,” harap Suharso.

Waris dalam keterangannya mengakatan sosialisasi ini memberikan wawasan dan penyampaian informasi terkait dengan proses pendataan KJP maupun proses theknis penggunaan KJP sehingga para kepala sekolah mendapatakan informasi dari pihak pertama terkait proses pendataan itu seperti apa?, jangan sampai pada saat pendataan nanti siswa KJP yang memang layak mendapat KJP tidak terdatakan karena kurangnya informasi.   “Kurangnya informasi dalam hal ini apakah mengenai jadwal pelaksanaannya terus syarat kelengkapannya dan segala macam kurang terinfo. Yang kedua juga untuk memberikan pemahaman bagi para Kepala sekolah untuk disampaikan bagi para penerima KJP, mengenai theknis penggunaan KJP seperti apa karena memang sesuai intruksi pak Gubernur bahwa KJP tahun 2015 kedepannya tidak lagi diperkenankan untuk tarik tunai, dalam rangka untuk meminimalisir penyalahgunaan dana KJP ini,” terang Waris.

“Oleh karena itu kami selaku penerbit kartu juga menyampaikan apa saja yang bisa dilakukan oleh para penerima KJP, kemudian mereka juga dapat belanja dimana termasuk juga hal-hal theknis yang terkait dengan pembayaran SPP, karena memang dari pihak sekolah banyak mempertanyakan theknis bagaimana SPP yang menjadi kewajiban penerima KJP ini dapat di debet dari rekening KJP ke rekening sekolah atau Giro Sekolah,” jelas Waris.

Dan jika ada toko yang menyalah gunakan EDC mereka waris menjelaskan akan menindak tegas ” kalo dari kami pada prinsipnya jika toko tersebut pake EDC Bank DKI kami dalam perjanjian kerjasama sudah sangat tegas kami akan mencabut EDC nya dan tidak bisa lagi mengajukan permohonan EDC.Tapi kalo memang toko tersebut menggunaka EDC mitra kami,maka dari sisi kami hanya menginformasikan saja supaya toko ini dikeluarkan dari waitlist kami, karena memang secara theknis sudah menyalahi aturan untuk dapat menyelenggarakan dan mendukung program ini supaya tetap sasaran,” tegas Waris.  (Edison Munthe)