Pembangunan Jalan Besar di Kec.Hutabayu Raja Akan Terealisasi

Dari Kiri: Camat Hutabayu Raja (Otto Simangunsong), Anggota DPRD Kab Simalungun (Sastra  J.Sirait), Kapospol Hutabayu Raja (Aiptu H.Siringoringo).  (Foto : RM/dok.radaronline)

Hutabayu Raja, RadarOnline   –   Program pembangunan Jalan Besar Simpang Rihninggol sampai Mariah Hombang, Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun,  Sumatera Utara (Sumut), pada Mei 2016 mendatang akan terealisasi. Beberapa tahun terakhir ini jalan besar yang sangat menyiksa masyarakat serta pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat tidak akan merasakan resak lagi.

Komisi III DPRD dan Camat Hutabayu Raja, Kab. Simalungun mengundang para Lurah/Pangulu dan Gamot untuk datang menghadiri sosialisasi pembangunan jalan yang bertempat diruang Harungguan Camat Hutabayu Raja, , Selasa (12/6/2016)  siang.

Kehadiran anggota Komisi III DPRD Kab. Simalungun, Sastra J. Sirait, SH membuat semangat dan antusias Lurah/Pangulu ataupun Gamot dengan rencana perbaikan jalan serta saluran atau parit. Dalam acara sosialisasi tersebut, tampak terlihat adanya sesi tanya jawab bagi para undangan yang hadir.

Perbaikan jalan dengan anggaran 10 miliyar yang digunakan dari bahan hodmix yang berkualitas, sehingga jalan tetap tahan lama. Dana yang digunakan untuk perbaikan jalan dialokasikan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) T.A 2016.

Dalam pembangunan jalan, warga sekitar berharap mutu dan kualitas yang diutamakan. “Kami berharap, pembangunan jalan jangan asal jadi. Ia berharap, nantinya setelah usai pembangunan jalan. Mobil pengangkut kelapa sawit  volumenya dibatasi, kalau memang mobil pengangkutan sawit yang melebihi kualitas muatan otomatis jalan tidak akan bertahan lama,” kata Hutabarat kepada radaronline.id

Ia menambahkan, jalan bertahan lama bukan karena parit atau saluran. Akan tetapi aturan volume penggangkutan sawit harus ditegaskan.  “Supaya semuanya jangan sia-sia alias mubajir,” tandasnya.

Sementara itu, Rudy Panjaitan menerangkan, jika perbaikan jalan dilaksanakan siap untuk membongkar bangunan usaha kecil saya. Ia mengakui, bahwa bangunannya melanggar aturan yang berdiri diatas saluran.   “Saya siap membongkar bangunan yang berdiri diatas saluran air, tapi jangan jadi pilih-pilih orang.   Ia meminta supaya bangunan yang melanggar diatas saluran semuanya harus dibongkar, jangan tebang pilih,” pintanya.

Ia juga sangat menyayangkan, disepanjang simpang jalan menuju kantor Camat Hutabayu Raja sangat memprihatinkan. Rusaknya jalan akibat seringnya melintas mobil angkutan sawit yang melebihi volume, keluh Panjaitan.

Sastra J. Sirait, SH menjelaskan, pembangunan Jalan akan dilaksanakan pada bulan Mei 2016 nanti. Dengan alokasi anggaran digunakan dari DAK T.A 2016, dengan bahan hodmix dengan lebar 5 meter serta ketebalannya akan dinaikkan, jelasnya.

Saat perbaikan jalan, rekanan akan sekaligus memperbaiki parit/saluran dengan lebar lantai dasar 80 centi meter dan lebar bagian atas 1 meter.   Ia meminta dukungan para Lurah/Pangulu mapun Gamot supaya ikut turut mengawasi saat pembangunannya berlangsung.

Sastra berpesan, air yang dari sawah jangan dibuang ke parit/saluran. Kebersihan lingkungan dan parit harus dijaga.  “Jangan sembarangan bakar dan buang sampah bentuk apapun dipinggir jalan,” tegasnya.  (Ranto Manullang)