DPRD : Selidiki Managemen Keamanan dan Kontruksi Bangunan

Depok, Radaronline   –   Kecelakaan tunggal dialami pengendara mobil Honda Jazz merah B 1485 EMH yang terjun dari parkiran P5 ke P1 Depok Town Square, Rabu, (2/3/2016), kemarin pukul 02 dini hari. Dalam kecelakaan tersebut dua nyawa melayang, yakni Muhammad Ubaidilah, (26) dan Dessy Khanti Hastuti (22).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok Hamzah mengingatkan, bahwa jika insiden jatuhnya sebuah mobil, di area parkir Detos tersebut maka perlunya menyelidiki lebih dalam. Seperti menegemen keamanannya serta khusus kontruksi bangunannya.“Artinya, masalah jam tutup tempat hiburan juga harus diselidiki dan dipertegas oleh Pemkot Depok, apakah melanggar atau tidak. Begitu pula dengan kontruksi bangunan, apakah memenuhi standarisasi parkiran dari bangunan bertingkat,” imbuhnya kepada wartawan Minggu (6/3/2016).

Hamza menegaskan, jangan hanya dugaan sementara bahwa korban tidak mahir mengendarai mobil, lalu investigasi dihentikan. Karena pusat perbelanjaan dikunjungi banyak orang, dan harus mengedepankan keselamatan pengunjung.
“Itupun juga tidak hanya detos saja, bangunan bertingkat lainnya juga harus memerhatikan sarana parkir. Mulai dari kontruksi bangunan hingga petugas parkir, harus dilengkapi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reskrim Polresta Depok Komisaris Polisi Teguh Nugroho mengungkapkan, bahwa saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus jatuhnya mobil Honda Jazz di area parkiran P5, pusat perbelanjaan Depok Town Square.
“Kasusnya sudah ditangani Krimsus Polres Depok, dan sedang menyelidiki kelalaian konstruksi dan managemen. Bahkan akan melihat apakah konstruksi bangunan sudah sesuai standar keamanan,” ungkapnya.

Teguh mengingatkan, bahwa pihaknya juga segera memanggil saksi, untuk memperkuat dugaan kelalaian dalam konstruksi dan managemen buka tutup tempat hiburan di Detos. Artinya kami akan memanggil saksi ahli untuk mengetahui seberapa standar konstruksi bangunan tersebut.

“Jadi managemennya seperti jam tutup tempat hiburan juga harus diselidiki dan dipertegas, apakah melanggar atau tidak. Begitu pula dengan kontruksi bangunan, apakah memenuhi standarisasi parkiran dari bangunan bertingkat,” imbuhnya.

Teguh menjelaskan, bahwa dari hasil keterangan jika mobil tersebut dikemudikan Dessy Khanti Hastuti (22) yang belum mempunyai SIM. Dessy juga notabenenya sebagai pemandu lagu karoke Venus di Detos itu tewas seketika bersama teman prianya yang duduk di sebelahnya, yakni Muhammad Ubaidilah (26).

“Berdasarkan penyelidikan, Dessy memang belum terlalu mahir mengemudikan mobil. Seharusnya belok ke kanan. Tapi dia lurus terus menuju tembok. Saat pristiwa itu terjadi Dessy diperkirakan membawa mobil dengan kecepatan 80 KM/jam, sehingga menerobos tembok parkiran Detos,” jelasnya.

Ditempat terpisah sebelumnya, Ferry Nurdin Firdaus selaku Manager Marcom Detos itu mengklaim, bahwa sestim pengamanan dan safety parkir di Detos sudah baik. Bahkan dengan rambu-rambu tanda peringatan terpasang dengan baik. “Salah satunya adalah stopper atau penghalang mobil juga baik. Artinya memang ini karena pengemudinya belum mahir,” pungkasnya.

Ferry juga mengingatkan, bahwa sejak 11 tahun Detos ini berdiri, peristiwa kecelakaan mobil tersebut adalah yang pertama kali terjadi. “Mudah-mudahan kedepannya tidak akan terulang lagi peristiwa seperti ini, dan atas nama pihak management Detos kami ucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada korban,” ucapnya.   (Maulana Said)

NO COMMENTS