Lora Imam Meminta Jaksa Hadirkan Fuad Amin

0
82

Lora Imam duduk dikursi pesakitan PN Surabaya. (Foto : dok.radaronline/Hr).

Surabaya, Radaronline    –  Dilaporkan mencemarkan nama baik mantan Bupati Bangkalan, Fuad Amin Imron, KH Imam Buchori (45), akhirnya duduk sebagai pesakitan. Tokoh Bangkalan ini disidang di PN Surabaya, setelah Fuad yang kini ditahan karena kasus korupsi, merasa namanya dicemarkan melalui orasi yang dilakukan Imam dalam sebuah demo.

Ra Imam, sapaan Imam Buchori, sebagaimana dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Putu Parwati dan Sri Apritini dari Kejati Jatim, didakwa melakukan perbuatan fitnah, pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan. Perkara sebagaimana berkas No 236/Pid.B/2016/PN.Surabaya.

Menurut jaksa, dugaan tindak pidana bermula dari aksi demonstrasi pada 18 Februari 2013 lalu di depan Gedung DPRD Bangkalan yang dilakukan Forum Peduli Masyarakat Bangkalan. Melalui orasinya, Ra Imam menyebut kepemimpinan Fuad Amin tidak berasaskan keadilan bagi warga Bangkalan.

Melalui orasi itu pula, Imam mengkritik Fuad sebagai pemimpin yang tidak pro masyarakat. Bahkan Imam menyebut pelapor meneror PNS, memeras pedagang dan merampas uang rakyat. Kritik juga disampaikan melalui bentangan spanduk. “Terdakwa tidak dapat menunjukkan bukti-bukti dalam orasinya hingga pelapor saksi Fuad Amin merasa dirugikan dan dicemarkan namanya,” ujar Jaksa Parwati.

Akibatnya, Ra Imam didakwa pasal berlapis. Yakni Pasal 311 ayat (1) KUHP,  310 ayat (2) KUHP, 310 ayat (1) KUHP dan 335 KUHP ayat (1) ke 2 KUHP.‬ Menanggapi dakwaannya, Imam memastikan tidak mengajukan keberatan. Majelis yang diketuai Hariyanto pun meminta jaksa segera menghadirkan saksi ke persidangan. “Dalam berkas ada 11 saksi,” jelas Parwati kepada majelis.

Usai sidang Ra Imam mengaku tidak perlu mengajukan keberatan agar kasusnya segera selesai. Namun dia meminta agar jaksa juga menghadirkan Fuad Amin ke muka sidang sebagai pelapor kasus ini. “Saya siap dibacok atau ditembak. Tapi saya minta Fuad dihadirkan ke persidangan,” ujar Imam.

Imam menolak jika orasinya saat berdemo disebut tidak terbukti. Pasalnya, dengan ditangkapnya Fuad oleh KPK hingga dijatuhi vonis bersalah, adalah bentuk jika orasinya benar adanya. “Yang kami orasikan jelas terbukti. Fuad ditangkap, ditahan dan divonis,” tegasnya.

Meski begitu, Imam menyebut Bangkalan kini sudah berbenah. Meski masih dipimpin anak Fuad Amin, setidaknya ada perubahan baik sejak Fuad ditangkap. “Petanya sudah berubah. Tidak seperti bapaknya,” tandas Imam. (Harifin)