Nikmatnya Asam Tempoyak Durian

Jakarta, Radaronline

Kaya akan budaya, masyarakat Indonesia memiliki ciri khas yang sungguh unik. Kemewahan alam yang subur, begitu nikmat untuk disajikan.  Seperti halnya dengan buah satu ini, durian sang raja buah. Bukan hanya sekedar santapan buah yang langsung bisa dinikmati, namun dapat pula diolah menjadi berbagai makanan  lezat tanpa menghilangkan rasa dan aroma khas yang dimiliki. Masyarakat  Melayu di wilayah Sumatra dan Kalimantan, durian biasa diolah menjadi hidangan pendamping nasi, yang biasa disebut dengan tempoyak.

Tempoyak merupakan kuliner yang terbuat dari hasil fermentasi daging durian.Agar menghasilkan rasa asam dan aroma yang sangat lezat, proses fermentasi dilakukan selama tiga hingga enam hari. Akan lebih lezat lagi jika bahan dasar yang digunakan adalah bahan daging durian lokal yang bermutu baik dan manis.

Karena rasanya khas nan lezat membuat tempoyak dapat dijadikan makanan utama. Sebagian besar masyarakat Melayu menjadikan hidangan ini sebagai hidangan yang wajib ada di setiap menu sehari-hari. Selain menjadi menu utama, tempoyak juga dapat dijadikan sebagai menu tambahan dalam olahan yang dapat dipadupadankan dengan daging ataupun ikan. Bukan hanya dapat dimakan setelah menjadi olahan matang, tempoyak mentah juga terasa lezat disantap dengan dicampur gula pasir dan irisan cabe rawit.

Masyarakat Melayu memiliki olahan tempoyak yang sangat melimpah saat musim durian datang.  Mereka bisa membuat tempoyak dalam jumlah banyak, yang disimpan dalam tempat tertutup agar tidak ada zat yang masuk kedalamnya. Hasil fermentasi yang dilakukan secara benar akan membuat tempoyak dapat bertahan lama, bahkan hingga satu tahun.

Selain nikmat, tempoyak juga memiliki kandungan gizi yang cukup banyak, seperti air, karbohidrat, lemak, protein, serta, energy, vitamin B1, vitamin B2, vitamin C, kalium, kalsium, dan fosfor.

Cara membuat tempoyak:

Siapkan satu buah durian yang matang, utamakan buah durian lokal  agar dapat menghasilkan rasa yang lezat. Menggunakan durian montong akan menghasilkan tempoyak yang kurang bagus karena terlalu banyak mengandung air dan gas.

Pisahkan daging durian dari bijinya, masukkan sedikit garam untuk memberi rasa asin pada daging durian, tanpa menghilangkan rasa aslinya, kemudian aduk hingga merata, tambahkan sedikit cabai rawit yang sudah dihaluskan, kemudian aduk kembali hingga merata. Selain menambahkan rasa pedas, cabai rawit juga dapat mempercepat proses fermentasi, Setelah selesai,  masukan semua bahan ke dalam tempat lalu tutup rapat. Diamkan selama tiga hingga enam hari. Dan tempoyak siap untuk diolah.  (Linda, Politeknik Negeri Jakarta)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY