Pengusaha Surabaya Kalahkan Salah Satu Orang Terkaya di Dunia Terkait Merek

Ingvar Kamprad

Jakarta
Salah satu pengusaha asal Indonesia memenangkan sengketa merek ditingkat Mahkamag Agung (MA). Bahkan lawannya adalah salah satu orang terkaya di Dunia.

Perusahaan asal Surabaya, PT Ratania Khatulistiwa menang melawan, Ingvar Kamprad terkait merek IKEA. Hal ini buntut dari putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengamini putusan PN Jakpus bahwa merek IKEA kelas barang 20 dan 21 milik PT Ratania.

Sekedar informasi, Ingvar Kamprad memulai usahanya dari usia 17 tahun pada tahun 1943. Ingvar mengawali bisnisnya dengan menjual jam tangan dan pena yang dia impor sendiri dari luar negeri. Dia juga menjual sejumlah pemantik api untuk rokok.

Seiring waktu, bisnis Ingvar melebar. Dalam buku berjudul: ‘The IKEA: Story Ingvar Kamprad’ disebutkan, Ingvar mulai berbisnis furnitur pada 1948, saat itu Ingvar memasarkan produk furnitur dari sejumlah perajin. Setelah puluhan tahun menggeluti bisnis itu, Ingvar kini memiliki 33 pusat distribusi IKEA di seluruh dunia. Pusat distribusi ini yang menjadi jantung aliran barang dari pemasok ke toko-toko IKEA.

Dalam perjalanan bisnisnya, Ikea sejak 1943 telah mengantongi registrasi merek di 75 negara lebih dengan 1.300 item sertifikat merek. Produknya tersebar di berbagai negara seperti Canada, Jerman, Israel, Swiss, Singapura, Swedia, Portugal, India, Malaysia, Mesir, Inggris, Afrika Selatan, Perancis, Jepang, Selandia Baru dan Indonesia.

Atas keberhasilannya membangun kerajaan bisnis, Ingvar masuk sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Sejajar dengan Bill Gates, Warren Buffet dan Li Ka-Shing. Pada 2013, Bloomberg Billionaires Index melansir Ingvar memiliki kekayaan senilai USD 51,7 miliar (Rp 491,15 triliun) dan merupakan orang terkaya keempat. Dua tahun setelahnya, kekayaan Ingvar menurun menjadi USD 42,2 miliar.

Sementara di Indonesia sendiri, IKEA telah membuka gerainya yang sangat luas di Alam Sutera, Tangerang, Banten.

Nah, nama besar IKEA ini lalu digugat oleh PT Ratania Khatulistiwa, yang berdasarkan websitenya, www.ratania.com, perusahaan itu beralamat di Jalan Greges 17A, Kecamatan Aserowo, Surabaya. Siapa nyana, gugatan ini dimenangkan PT Ratania. Berikut kronologi perjalanan gugatan PT Ratania sebagaimana dikutip dari website MA, Senin (10/8/2015).

Sebelumnya, PT Ratania mendaftarkan gugatannya ke Pengadilan Negeri Jakarat Pusat (PN) Jakpus dan mengantongi nomor perkara 99/HKI/Merek/2013/PN.JKT.PST. pada 24 Desember 2013 silam.

Dan pada 17 September 2014 Majelis hakim mengabulkan gugatan PT Ratania dan mengadili: 1. Menyatakan penghapusan pendaftaran merek IKEA atas nama Tergugat dengan Nomor Pendaftaran IDM000277901 tanggal pendaftaran 27 Oktober 2010 untuk kelas barang/jasa 20 dari Daftar Umum Merek Direktorat Jenderal HAKI dengan segala akibat hukumnya.

2. Menyatakan penghapusan pendaftaran merek IKEA atas nama Tergugat dengan Nomor Pendaftaran IDM000092006 tanggal pendaftaran 09 Oktober 2006 untuk kelas barang/jasa 21 dari Daftar Umum Merek Direktorat Jenderal HAKI dengan segala akibat hukumnya.

Kelas barang 20 adalah barang antara lain perabot rumah, cermin, bingkai gambar, benda dan lainnya. Adapun kelas 21 adalah barang antara lain perkakas atau wadah untuk rumah tangga, sikat dan sebagainya.

IKEA tidak tinggal diam dan menyatakan kasasi atas putusan PN Jakpus tersebut pada 6 Oktober 2014. Akan tetapi 12 Mei 2015 MA menolak permohonan kasasi IKEA. Duduk sebagai ketua majelis hakim yaitu hakim agung Syamsul Maarif dengan hakim anggota yaitu hakim agung Abdurrahman dan hakim agung I Gusti Agung Sumanatha. (Asp/Im/Rihard)


NO COMMENTS

LEAVE A REPLY